musrenbang kelurahan pangkalanjati
SOSIALISASI : Camat Cinere Mangnguluang Mansur didampingi Lurah Pangkalanjati Tarmuji saat memberikan arahan di Musrenbang Pangkalanjati, Rabu (15/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
musrenbang kelurahan pangkalanjati
SOSIALISASI : Camat Cinere Mangnguluang Mansur didampingi Lurah Pangkalanjati Tarmuji saat memberikan arahan di Musrenbang Pangkalanjati, Rabu (15/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PANGKALANJATI – Ketua lingkungan di 7 RW dan 41 RT Kelurahan Pangkalanjati, Cinere mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2020, Rabu (15/1). Kini selain pembangunan infrastruktur, rencana kegiatan pembangunan non fisik juga dioptimalkan sebagai ajang menambah wawasan.

Camat Cinere, Mangnguluang Mansur mengatakan, penyelenggaraan Musrenbang 2020 harus dapat melahirkan kebijakan yang tepat. Dan dapat dijadikan reperensi dalam pengelolaan anggaran tahun 2021.

Jadi, kata camat, penyerapan dana pembangunan melalui pengajuan Musrenbang, murni atas dasar kondisi riil dan bukan karena kepentingan. “Kami percaya sudah ada semacam  pengajuan prioritas pada pelaksanaan pra musrenbang, yang sudah diselenggarakan sebelum Musrenbang,” ujar camat kepada Radar Depok, Rabu (15/1).

Sementara, Lurah Pangkalanjati, Tarmuji mengungkapkan, pelaksanaan Musrenbang selain menginput ajuan perbaikan fasilitas umum. Rencana kegiatan pembangunan non fisik, juga dioptimalkan sebagai ajang menambah wawasan dalam bidang pengelolaan anggaran proyek.

“Kalau soal pengajuan titik perbaikan fasilitas umum, secara garis besar sudah tergambar dalam pra musrenbang. Tapi, yang tak kalah pentingnya adalah teknis  pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Pembiayaan perbaikan dan pengadaan kegiatan juga sangat penting. Lurah mengaku, sengaja mengundang narasumber Kabid Perencanaan Pembangunan dari Bappeda untuk memaparkan petunjuk teknis dan pelaksanaan pengelolaan anggaran pembangunan, yang akan diselenggarakan di kelurahan.

Pantauan Radar Depok, rapat Musrenbang yang dihelat di gedung serbaguna Graha Jala Bhakti di Jalan Jati Raya ini, selain dikuti stakeholder yang terdiri dari Ketua Lingkungan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Karang Taruna. Juga hadir juga Kabid Perencanaan Bappeda Kota Depok Nurlaela, dan sejumlah anggota DPRD Dapil Beji, Cinere dan Limo (BCL). (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)