jatimulya pelayanan kesehatan gratis usai banjir
GERAK CEPAT : Terlihat Lurah Jatimulya, Epi Ardini bersama dengan Kepala Puskesmas Kalimulya, Anugrah saat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di RT04/01 Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Jumat (3/1). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
jatimulya pelayanan kesehatan gratis usai banjir
GERAK CEPAT : Terlihat Lurah Jatimulya, Epi Ardini bersama dengan Kepala Puskesmas Kalimulya, Anugrah saat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di RT04/01 Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Jumat (3/1). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Pasca banjir di Kota Depok, Aparatur Kelurahan Jatimulya, Cilodong bersama Puskesmas Kalimulya mengambil inisiatif untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di RT04/01 kelurahan setempat, Jumat (3/1).

Lurah Jatimulya Epi Ardini mengungkapkan, ada banyak cara dalam melayani warga yang terdampak banjir, di Jatimulya fokus untuk cek kesehatan anak-anak dan lansia. Sebab, keduanya renta dengan penyakit yang diakibatkan lingkungan dan perubahan iklim.

“Kami ingin menditeksi lebih dini bila ada penyakit yang timbu saat banjir kemarin, misalnya bisa diare, demam, atau gangguan kulit. Sebelum tambah parah kami sudah antisipasi terlebih dahulu,” jelas Epi saat dikonfirmasi Radar Depok.

Kehadiran petugas dari puskesmas, kelurahan, kader Poktan Jatimulya, dikatakan Epi warga sangat antusias. Kesibukan warga dalam merapikan rumah yang terendam banjir membuat pemeriksaan kesehatan menjadi tidak terpikirkan.

“Mereka jadi mengesampingkan kesehatan, karena sibuk merapikan rumahnya masing-masing. Jadi kami inisiatif untuk jemput bola,” tegas Epi.

Namun, Epi memastikan bahwa drainase di lingkungan RT04/01 menjadi masalah utama banjir saat ini sehingga menjadi usulan prioritas pada musrembang kelurahan tahun ini, tapi warga tetap diminta agendakan kerja bakti.

“Harus ada kerja bakti yang berkala, misalnya sebulan sekali atau dua minggu sekali, ini untuk menjaga lingkungan, percuma drainase baru tapi nggak ada kerja bakti pasti akan mampet juga nantinya,” terangnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Kalimulya, Anugrah menuturkan, ada beberapa kesehatan masyarakat yang dicek mulai dari diare, demam, penyakit kulit, hal tersebut disebabkan karena berkurangnya asupan bergizi dan higinise selama banjir menerjang.

“Alhamdulilah tidak ada sakit yang serius, hanya sakit biasa yang memang disebabkan karena lingkungan yang kotor, apalagi terendam air keruh dari banjiran. Orang tua harus perhatikan anak-anaknya, karena mudah terserang dan berkembang menjadi bahaya bila tidak dibawa ke rumah sakit atau puskesmas,” tuturnya.

Bagi warga terdampak banjir, ia memberitahukan bahwa Puskesmas membuka Posko Kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan warga, mulai dari pengecekan tensi, gejalan infeksi saluran pernapasan, gejala penyakit kulit, serta pengecekan dan pengobatan lainnya.

“Bila perlengkapan dan obat-obatan tidak ada, kami akan rujuk ke puskesmas yang lebih lengkap atau rumah sakit bila kondisi korban harus ditangani dengan cepat,” tukasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)