ketua gerakan arah baru (Garbi chapter depok, bayu adi permana)
SOWAN : Ketua Garbi Chapter Depok, Bayu Adi Permana (tengah) saat menghadiri diskusi santai tentang lingkungan di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan,  Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Kamis (16/1). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
ketua gerakan arah baru (Garbi chapter depok, bayu adi permana)
SOWAN : Ketua Garbi Chapter Depok, Bayu Adi Permana (tengah) saat menghadiri diskusi santai tentang lingkungan di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan,  Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Kamis (16/1). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sesuai amanat Undang-undang, ketersediaan Ruang Terbuka Hijau minimal 30 persen dari luas wilayah. Ketua Gerakan Arah Baru (Garbi) Chapter Depok, Bayu Adi Permana menilai untuk pemenuhannya merupakan tanggungjawab bersama.

Menurut Bayu –sapaannya-,  pemenuhan tersebut merupakan hak dari lingkungan agar tercipta harmoni antara manusia dan alam. Sebab, kerusakan alam dimulai dari dirusaknya tatanan lingkungan. Sehingga, seluruh elemen harus bahu membahu menjaganya.

“Tentunya, kalau kita kerjakan bersama tekad untuk mencapai RTH 30 persen atau sesuai UU akan tercapai,”  tutur Bayu seusai diskusi santai tentang lingkungan di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Kamis (16/1).

Ia  mengungkapkan, dalam pemenuhan ketersediaan RTH,  tidak hanya dilakukan Pemerintah Kota Depok saja. Namun, pelibatan masyarakat juga. Sebab, pembangunan Kota tidak bisa sendirian dilakukan Pemerintah.

“Di sinilah peran dari masyarakat dalam ikut serta dilibatkan dalam membangun Kota Depok yang kita cintai ini. Bergerak bersama masyarakat menuju Kota maju dan masyarakatnya bahagia,” pungkasnya.

Sementara, Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, Heri Syaifuddin mengapresiasi kehadiran Bayu ke Joglo Nusantara. Menurutnya, sebagai pemimpin muda yang memiliki gagasan dan inovasi perlu didukung. Terlebih lagi, adanya upaya menggerakkan masyarakat Depok menuju bahagia.

“Dalam pemenuhan RTH 10 persen adalah privat atau masyarakat. Sedangkan, 20 persen adalah publik yang merupakan tugas Pemerintah. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Depok agar masyarakatnya bahagia,” ucap Heri.

Dalam kesempatan tersebut merupakan agenda silaturahim biasa dan membahas lingkungan. Terlebih lagi, selama ini Heri Syaifuddin sebagai tokoh senior di Depok yang fokus di bidang lingkungan dan perlu untuk berkomunikasi. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)