Penipu Nenek Arpah Ditetapkan Tersangka

In Metropolis
penipu nenek arpah jadi tersangka
DILIMPHAKAN : AKJ saat menjalani prosesi pelimpahan dari Polrestro Depok ke Kejari Depok. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus duggaan penipuan yang menimpa nenek Arpah (69), warga Beji yang sempat ditipu AKJ, memasuki babak baru.

Polisi sudah melakukan gelar perkara terkait kasus ini. Diketahui, AKJ mengelabuinya dengan membeli rumahnya dengan harga yang jauh dari kata wajar. Rp300 ribu.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, dari hasil gelar perkara serta pemeriksaan saksi dan alat bukti, pelakunya telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu. “AKJ telah kita tetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (9/1).

Dikatakannya, berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21). Sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Depok, dengan nomor perkara P 21 Nomor: B 057/M.2.20/Eoh.1/01/2020,tanggal 09 Januari 2020.

“Tadi sore tersangka dan berkas telah kita limpahkan ke Kejaksaan, artinya berkas perkara dan barang bukti sudah lengkap dan akan segera masuk ke babak persidangan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus ini terjadi sejak tahun 2015 lalu. Saat itu Arpah menjual tanahnya seluas 196 meter kepada ayah tiri AKJ. Kala itu, Arpah memiliki luas tanah 299 meter. Artinya dari transaksi itu, Arpah masih memiliki tanah sekira 103 meter.

Yang menjadi polemik, sertifikat tanah seluas 103 miliknya, kemudian dibalik nama AKJ, terduga pelaku. Peristiwa bermula ketika Arpah dibawa oleh AKJ ke notaris untuk menandatangani surat, pada tahun 2015. Arpah yang tak bisa membaca pun hanya bisa menurut ketika diminta untuk menandatangani berkas-berkas yang ternyata mengalihkan hak atas tanahnya.

“Kakaknya saya tahunya tanda tangan surat itu untuk keperluan jual beli tanahnya. Bukan untuk pemindahan hak atas tanah. Memang, sebelumnya kakanya sedang melakukan transaksi jual tanah. Dan itu semuanya sudah selesai,” kata Harun, adik Arpah.

Kasus itu terungkap ketika perwakilan bank datang. Saat itulah baru diketahui  bahwa tanahnya sudah berpindah tangan. Sertifikatnya pun tak lagi atas nama Arpah.

“Kakak saya tahu-tahu pulang terus diongkosin katanya cuma Rp 300 ribu.” Terangnya.

Atas kasus ini, tim kuasa hukum Arpah mengklaim telah memiliki bukti surat pernyataan yang ditandatangani AKJ pada Desember 2016. Isinya AKJ berjanji akan mengembalikan sertifikat kepada Arpah dengan nama awal (nama Arpah) selambatnya Desember 2017. Namun nyatanya hal itu tinggal isapan jempol, dan sertifikat Arpah ternyata telah digadaikan.

Kasusnya sempat masuk dalam ranah perdata di Pengadilan Negeri Depok, namun sayangnya gugatan Arpah kalah. Kemudian pada pertengahan 2019, Arpah melalui kuasa hukumnya melaporkan kasus itu secara pidana hingga akhirnya AKJ ditetapkan sebagai tersangka. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...

Mobile Sliding Menu