Anggota Komisi D, DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti.
Anggota Komisi D, DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berkaitan dengan terungkapnya kasus prostitusi dibawah umur yang berlangsung di apartemen Depok, menurut Anggota Komisi D DPRD Depok, T Farida Rachmayanti perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) yang merupakan peran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam merespon permasalahan tersebut.

Farida menjelaskan, Perda Ketertiban Umum sudah ada yang mengatur tertib asusila. Tetapi masyarakat juga butuh perda khusus yang mengatur apartemen dan kos-kosan.

“Nantinya di dalam perda apartemen tersebut, isinya pasal-pasal akan mengatur secara rinci, seperti pendataan penghuni, aturan pemanfaatan, hak pengawasan warga dan pemrintah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Perda tersebut, juga bisa menjadi bekal Pemkot Depok dalam mengantisipatif, caranya melakukan sidak-sidak ke lokasi apartemen secara berkelanjutan.

“Jadi peran pemerintah sangat dibutuhkan dengan adanya kasus-kasus ini (prostitusi),” tuturnya.

Tetapi, menurut Farida tidak hanya mengandalkan Pemkot Depok saja menyelesaikan permasalahan tersebut, peran dari keluarga dan juga masyarakat serta stakeholder juga harus ada. Terutama dalam pendidikan dan pengasuhan anak ditengah pesatnya teknologi informasi yang luar biasa. Kemampuan dan konsentrasi keluarga tidak bisa tawar menawar untuk anak.

“Kita khawatir ini gejala beberapa disfungsi keluarga. Misalnya fungsi agama, kasih sayang dan pendidikan. Anak tidak mendapatkan hal ini, padahal hal itu yang pertama dan utama di keluarganya,” katanya.

Farida menjelaskan, tidak sedikit keluarga yg menyerahkan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan untuk anaknya kepada pihak lain. Sehingga, mereka mendapatkan kenyamanan dari orang lain, dan sekarang ini bisa juga kenyamanan dalam bermedia sosial (medsos). Mereka merasa nyaman, karena di dunia nyata mereka tidak mendapatkan rasa tersebut.

“Ini kan efek dari proses pemahaman anak tentang nilai yang harus dibangun sejak  dini. Baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan mereka bersosialisasi,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya (@pebrimulya)