pemkot depok buka SKD CPNS
BERAKTIFITAS: Aparatur Sipil Negara (ASN) beraktifitas di kawasan Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
pemkot depok buka SKD CPNS
BERAKTIFITAS : Aparatur Sipil Negara (ASN) beraktifitas di kawasan Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok akhirnya mengumumkan jadwal pembukaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), formasi tahun 2019 di lingkungan Pemkot Depok Tahun Anggaran 2019.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS di lingkungan Pemkot Depok tahun Anggaran 2019, dengan Nomor: 800/06/TP.CPNS/DEPOK/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS di lingkungan Pemkot Depok, pascapenetapan hasil sanggah.

Ketua Pansel Pengadaan CPNS di Lingkungan Pemkot Depok, Hardiono menuturkan pihaknya sudah menentukan tanggal dan lokasi pasti pelaksanaan SKD tes CPNS ini.

“Tes SKD dimulai Rabu 12 Februari hingga Sabtu 15 Februari, di Hotel Bumi Wiyata,” ungkap Hardiono kepada Radar Depok.

Pelaksanaan tes SKD akan dimulai kurang lebih selama 10 jam setiap harinya. Dengan rentang waktu mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Hardiono menegaskan, dalam SKD kali ini terdapat beberapa tata tertib yang harus dipatuhi peserta SKD. Di antaranya, hadir satu jam sebelum dimulainya tes, mengisi daftar hadir, serta membawa KTP atau suket.

“Peserta wajib berpakaian sesuai aturan. Pria menggunakan kemeja warna putih calana panjang hitam dan bersepatu. Sedangkan perempuan memakai kemeja putih, rok atau celana panjang bahan berwarna hitam dan bersepatu,” bebernya.

Selain itu lanjut Hardiono, dalam pelaksanaan ujian nanti peserta juga dilarang melakukan beberapa hal selama di dalam ruangan.

“Peserta dilarang membawa buku catatan, kalkulator, gawai, kamera, jam tangan, maupun ballpoin. Membawa makanan dan minuman, senjata tajam, membawa tas, atau bertanya dan berbicara pada peserta ujian lainnya,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam SKD tersebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah sanksi bagi peserta yang melakukan pelanggaran.

Yaitu peserta yang terlambat mengikuti ujian tidak akan diizinkan masuk atau dianggap sudah gugur atau tidak lolos. Kemudian peserta yang melanggar tata tertib akan dikeluarkan dari ruang ujian, dan dianggap gugur bahkan dicoret dari daftar hadir.

“Jika melanggar tata tertib akan dikenakan sanksi tegas. Dianggap gugur atau bahkan dicoret,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati menyebutkan, tes SKD hanya dilakukan pada satu lokasi di Hotel Bumi Wiyata.

“Tahun sebelumnya di Kabupaten Bogor, sekarang di Bumi Wiyata. Setiap sesi ada waktu 90 menit dengan beberapa tes,” ungkap Mary.

Tes tersebut di antaranya, tes wawasan kebangsaan, intelegensi umum, serta karakteristik pribadi. Seluruhnya menggunakan tes CAT.

Diketahui, jumlah peserta tes SKD ini mencapai 5.196 peserta. Nantinya, pengumuman lolos atau tidaknya bisa dilihat di website BKPSDM kota Depok, dan akan dijelaskan juga alasan tidak lolosnya.

Sementara itu, secara keseluruhan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah menyiapkan 425 titik lokasi pelaksanaan tes SKD CPNS tahun 2019. Untuk instansi pusat dan instansi daerah yang disiapkan BKN terletak di Kantor BKN Pusat, 13 Kantor Regional BKN dan 20 UPT BKN. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)