posyandu bougenville sulap limbah jadi rupiah
KOMPAK : Ibu-ibu Posyandu saat foto besama usai pelatihan, di Posyandu Bougenville RW 13, Kelurahan Cisalak. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
posyandu bougenville sulap limbah jadi rupiah
KOMPAK : Ibu-ibu Posyandu saat foto besama usai pelatihan, di Posyandu Bougenville RW 13, Kelurahan Cisalak. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Setiap minggunya, masyarakat Cisalak mengadakan pelatihan pengelolaan limbah hingga menjadi sebuah kerajinan yang menghasilkan ratusan juta rupiah. Lokasinya di Posyandu Bougenville, RW 13, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.

Koordinator pelatiahan, Nova Andriani mengungkapkan kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih satu tahun, yang diikuti oleh kader posyandu, guru, Karang Taruna serta PIK-R yang ada di lingkungan Cisalak.

“Kami mengumpulkan botol plastik bekas pakai yang berukuran 1,5 liter. Selanjtnya kami mengumpulkan sampah plastik, terkecuali kantong kresek hitam,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (17/1).

Ia menjelaskan, limbah plastik yang telah dibersihkan nantinya akan digunting menjadi bagian-bagian kecil sebelum dimasukan kedalam botol plastik. “Setelah digunting, kami langsung masukkan limbah plastik tersebut hingga padat dan tak ada ruang lagi,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk membuat ecobrick, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian saja hingga akhirnya dapat menghasilkan rupiah.

“Setelah limbah plastik dimasukkan, nanti botol-botol tersebut kita gabungkan hingga menjadi meja ataupun kursi. Saat ini juga sudah banyak yang pesan dari hasil kerajinan kita,” ungkapnya.

Harga yang dibandrol untuk meja ataupun kursi mulai dari Rp125 ribu hingga Rp300 ribu tergantung ukuran yang dibutuhkan.

“Kita juga tidak hanya membuat ecobrick, tetapi membuat kerajinan lain seperti, fuzzel dan labirin dari kardus bekas,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)