kampung situ asih pulo retak
JEBOL : Warga menunjukkan tanggul Situ Asih Pulo, Kp. Pulo, RT6/RW8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas yang jebol, Minggu (5/1). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

kampung situ asih pulo retak
JEBOL : Warga menunjukkan tanggul Situ Asih Pulo, Kp. Pulo, RT6/RW8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas yang jebol, Minggu (5/1). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puluhan rumah yang berada tepat dibawah Situ Asih Pulo tinggal menunggu bahaya. Saat malam pergantian tahun 1 Januari 2020 hujan lebat pintu air di situ Jalan Bonang Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas Depok, jebol. Tanah penyangga pondasi pintu air pun amblas. Jangan sampai peristiwa Situ Gintung, Tangerang beberapa tahun lalu terulang Situ Asih Pulo.

Pengelola Situ Asih Pulo, Muhamad Hasan mengatakan, perlu ada perbaikan secara cepat. Di khawatirkan jika terjadi hujan susulan, tak mampu menahan tekanan air, dan langsung menghantam puluhan rumah warga.

Padahal sebelumnya, tahun 2019 pihaknya sudah melaporankan ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), di Cawang Jakarta. Bahkan ke Pemkot Depok juga mengingat kondisi tanggul yang semakin kritis. “Tapi katanya, Senin (6/1) akan dilakukan penangnan sementara, ditambal menggunakan batu kali,” katanya kepada Radar Depok, Minggu (5/1).

Padahal, Situ Asih Pulo merupakan salah satu potensi wisata air. Situ seluas 4,40 hektar tesebut sudah direvitalisasi menjadi tempat wisata. Saat ini warga yang tinggal dibawahnya was-was dengan adanya pintu air jebol. “Makanya saya membuat sepanduk tanggul kritis,” tegas pria berusia 53 tahun yang tinggal di RT 6/8 Kampung Pulo Rangkapanjaya ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, Situ Pulo merupakan kewenangan BBWSCC, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk situ tersebut.

“Kami sudah bersurat pada Kamis kemarin ke BBWSCC meminta untuk segera penanganan tanggap darurat dari Pusat, jangan sampai ada permasalahan jebol seperti Situ Gintung,” terangnya.

Dalam suratnya, Dadan meminta agar BBWSCC segera mengadakan antisiapis perbaikan tanggul darurat. Sebelum pekerjaan permanen dilakukan di Situ Pulo.

“Kalau gak salah mau ada pekerjaan BBWSCC untuk Situ Pulo tahun ini, sebab staf kami bilang dari BBWSCC sudah ada yang survey lokasi,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)