puskesmas sukatani
SEHAT : Masyarakat sedang diebrikan penyuluhan tentang Leptospirosis, di gedung Puskesmas Sukatani, Kamis (9/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
SEHAT : Masyarakat sedang diebrikan penyuluhan tentang Leptospirosis, di gedung Puskesmas Sukatani, Kamis (9/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Genangan air dan kondisi lingkungan yang kotor pascabanjir rentan menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan bakteri pembawa penyakit. Karenanya, Puskesmas Sukatani adakan penyuluhan terkait Leptospirosis bagi masyarakat yang sedang berada di Puskesmas, Kamis (9/1).

Sebagai pemberi materi dr. R.R Dewi menjelaskan mengenai Leptospirosis, cara penularan serta bagaimana cara pencegahan dan pengobatannya.

“Leptospirosis merupakan, penyakit yang disebarkan melalui urrine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira Interrogans. Seperti,anjing, tikus dan kelompok hewan ternak seperti sapi ataupun babi,” jelasnya.

Dewi juga mengungkapkan, bakteri Leptospira interrogans tersebut dapat bertahan di dalam ginjal hewan yang terinfeksi bakteri tersebut.

“Untuk penyakit ini, dapat menyerang manusia melaui air atau tanah yang telah terkontaminasi oleh urine ataupun darah dari hewan yang terinfeksi,” ungkapnya.

Karena, sambung Dewi, saat ini sudah masuk dalam musim penghujan dan beberapa hari lalu ada titik banjir di Sukatani. Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.

“Penyakit ini biasnaya banyak ditemukan pada warga di daerah banjir. Walaupun, kemarin banjir di Sukatani tidak parah, tetapi kami tetap memberikan peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati. Karena ini juga sangat rentan bagi masyarakat yang sering kontak langsung dengan hewan-hewan tersebut,” tuturnya.

Leptospirosis ini juga dapat dikenali dengan beberapa gejala awal yang dirasakan, diantaranya sakit kepala, demam, mual, nyeri betis dan punggung, nyeri tenggorokan dan batuk kering. Untuk itu, pihaknyamenghimbau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat Untuk pencegahan sendiri, masyarakat diharapkan selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membersihkan genangan air, simpan makanan dan minum yang baik agar terhindar dari tikus.

“Sedangkan untuk masyarakat yang terdampak banjir, gunakan disinfektan atau bahan pembersih untuk mencegah infeksi dan membasmi kuman penyakit pasca banjir,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)