BOGOR – Direktur PT Green Construction City (GCC), Ahmad Hidayat Asseggaff selaku pengembang perumahan Green Citayam City, angkat bicara soal tudingan penyerobotan di lahan seluas 50 hektar. Ia membantah keras.

Bantahan ini, usai kabar yang menyebut ribuan rumah dan ruko di kawasan tersebut bakal dieksekusi oleh pihak pengadilan. Informasi itu bersumber dari kuasa hukum PT Tjitajam, Reynold Thonak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Senin (13/1).

“Saya ingatkan pada Reynold 1×24 jam jika tidak klarifikasi saya laporkan anda ke pihak berwajib,” katanya pada wartawan, Selasa (14/1).

Dirinya memastikan bila pihaknya adalah pemilik sah atas sertifikat sejumlah lahan tersebut. “Saya beli sertifikat ini dari PT Tjitajam dan PT Bahana Wirya Raya. Dari PT Tjitajam saya beli Rp147 miliar dan Bahana Rp85 miliar. Kalau (Reynold) bisa menunjukan sertifikat asli saya akan siapkan 20 rumah. Tapi kalau kamu tidak bisa, saya tuntut,” ucapnya

Lebih jauh, Ahmad mengungkapkan, sertifikat itu ia beli berdasarkan kesepakatan perdamaian antara PT Tjitajam dan PT Bahana. Saat itu Ahmad selaku pengembang tak ingin ambil pusing sehingga membayar sejumlah uang kepada ke masing-masing pihak.

“Ini difasilitasi Bank BTN. Jadi BTN tidak begitu saja mengakadkan begitu. Jadi kalau punya sertifikat tunjukkan kepada saya, saya ingatkan 1×24 jam tidak klarifikasi saya laporkan,” ujarnya

Dirinya pun meminta kepada pada para konsumennya agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang menyesatkan. “Enggak ada itu eksekusi atau penggusuran. Ini sudah membuat resah warga.”

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 3000 unit rumah dan ruko di perumahan Green Citayam City akan digusur usai keputusan Mahkamah Agung terkait kasus penyerobotan tanah milik PT Tjitajam yang dijadikan perumahan di Desa Ragajaya, Citayam, Bojong Gede.

Konsumen perumahan Green Citayam City (GCC) akan menggugat PT Bank Tabungan Negara seiring putusan Mahkamah Agung. Dari informasi yang dihimpun, sejauh ini sudah ada sekitar 600 orang yang telah meneken akad kredit dengan BTN untuk pembelian rumah di GCC. Dari sejumlah itu, sekitar 300 orang bahkan sudah menempati rumah yang terbangun. (jun)