Oleh: Mulyani Wulaningrum

Mahasiswi STIKIM Jakarta

 

BANJIR… yang terlintas di benak kita adalah… sudah biasa… sudah langganan… apalagi bagi kita yang tinggal di perkotaan yang padat pemukiman dan padat penduduk dengan berbagai latar belakang Pendidikan, suku, sosial ekonomi, kebiasaan dan lain sebagainya.

Ketika banjir datang semua menjadi repot, korban banjir kehilangan harta, aparat dari rt sampai gubernur turun, aktifitas rutin terganggu, anak sekolah tidak sekolah, yang bekerja harus cuti/ijin dadakan malah terkadang “saling menyalahkan” gara-gara ini… itu… dia… mereka… bla… bla… bla…

Suatu ketika saya mengikuti seminar umum tentang lingkungan, ada terpesona dengan satu kalimat yaitu SEMUA DIMULAI DARI SAYA mungkin banyak yang sudah sering mendengar kalimat ini. Tapi pernahkan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari….? Yuuuuuk mulai dari hal-hal kecil agar lingkungan kita selalu terjaga kebersihan dan kesehatannya……

Pertama, Membuang sampah pada tempatnya. Suatu pagi ketika saya naik bis, disebelah saya ada anak muda sekitar umur 18 tahunan sedang makan roti dan minum susu kotak. Mungkin sarapan…biasa aja ya… tapi yang luar biasa, habis makan dan minum bungkus roti dan kotak susu tadi taruh dalam plastic kemudian “dimasukin kedalam tas lagi“ saya bertanya “sampahnya dimasukin tas lagi dik?‘, jawabnya “iya nanti saya buang kalau nemu  tempat sampah…” Indah sekali.

Kedua, Bawa botol minum sendiri. Minum… adalah kebutuhan pokok setiap saat selain makan… kalau setiap minum 1 botol/gelas plastic, berapa banyak yang sampah yang dihasilkan dari aktifitas minum. Minimal waalau sedikit dengan membawa botol minum sendiri bisa mengurani sampah. (sampah salah satu penyebab banjir).

Ketiga, Bersihkan got depan rumah sendiri secara teratur. Kadang ada yang nyinyir, “percuma rajin bersih-bersih kalau kita doang, yang lain tidak ada yang bersih-bersih“. Mau sampai kapan kita beranggapan seperti ini, mari menjadi contoh dalam kebaikan, terlepas apa kata orang.

Keempat, Menjaga amanah. Dunia dan isinya ini amanah dari yang maha kuasa, diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kebaikan Bersama. Menjaganya akan memberi kebaikan, mengabaikan dan merusaknya akan membawa keburukan. (*)