BPJS Kesehatan turun kelas tiap hari
RAMAI : Peseta ramai mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok untuk melakukan turun kelas, Senin (6/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
BPJS Kesehatan turun kelas tiap hari
RAMAI : Peseta ramai mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok untuk melakukan turun kelas, Senin (6/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kebijakan pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan ternyata berdampak pada peserta. Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok mencatat, per Desember kurang lebih 300 peserta Jaminan Kesehatan Nasiona (JKN), turun kelas dalam sehari.

Humas BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok, M. Ridha Akbar mengungkapkan, peserta mulai membludak pada awal hingga akhir Desember 2019, sebelum diberlakukannya tarif baru.

“Data yang tercatat di kantor BPJS KC Depok per Desember 2019, ada kurang lebih 300 peserta yang melakukan turun kelas dalam sehari. Jumlah tersebut berdasarkan data yang masuk dan tidak hanya warga Depok saja,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (6/1).

Dia juga mengungkapkan, untuk jumlah keseluruhan peserta yang terdaftar di KC Depok dari kelas satu hingga kelas tiga sebanyak 1.220.478, terhitung hingga 31 Desember 2019.

“Namun, untuk Januari ini peserta yang turun kelas sudah mulai menurun, hanya sekitar 100 peserta dalam setiap hari,” jelasnya.

Sebagai wujud komitmen dalam peningkatan mutu layanan, sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta yang akan pindah kelas. Pihak BPJS membuat program Perubahan Kelas Tidak Sulit (PRAKTIS).

“Kita memberikan kemudahan dalam layanan peserta PBPU/BP Perorangan yang menginginkan perubahan kelas sesuai dengan kemampuan,” lanjutnya.

Di juga mengungkapkan, masyarakat yang ingin melakukan perubahan kelas, tidak perlu untuk datang ke kantor cabang BPJS. Karena bisa melalui online dan care center.

“Saat ini tidak perlu lagi antri berlama-lama untuk melakukan perubahan kelas di kantor BPJS. Bisa melalui aplikasi Mobile JKN yang dapat di download di Play Store dan App Store. Serta dapat menghubungi layanan bebas pulsa di 1500 400,” terangnya.

Menanggapi banyaknya peserta yang turun kelas, Ridha mengungkapkan, itu merupakan pilihan masyarakat yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

“Kalau untuk turun kelas kita tidak mempermasalahkan, karena memang itu hak setiap peserta untuk memilih tingkatan yang sesuai dengan kemampuan membayarnya, dan diharapkan seluruh proses pembayaran dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Terkait kenaikan tarif iuran BPJS, Warga Perumnas Depok 1, Riska Yunus dan keluarga memutuskan untuk turun dari kelas satu menjadi kelas tiga.

“Karena kami BPJS pribadi dan satu keluarga ada enam orang, jadi kalau peningkatan nya terlalu signifikan itu terlalu berat. Makanya kami sekeluarga memutuskan untuk turun saja ke kelas dua,” ucapnya.

Jangan sampai dengan adanya kenaikan iuran ini pelayanannya semakin memburuk.

“Kalau naik tidak apa-apa, asal diiringi dengan meningkatan mutunya,” lanjut Riska.

Tak hanya itu, warga H. Dul Citayam, Martin Siahaan menjelaskan, setelah pensiun BPJS sudah harus ditanggung pribadi. Jadi dia memutuskan untuk turun kelas dan menyesuaikam dengan kemampuannya saat ini.

“Waktu itu kelas satu karena ditanggung oleh pihak kantor, sekarang sudah pensiun udah ga ada lagi yang nanggung. Makanya buru-buru langsung urus untuk turun kelas. Prosesnya juga tidak terlalu ribet ko,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)