walikota tinjau banjir
TINJAU : Walikota Depok Mohammad Idris saat meninjau banjir di Jalan Mawar perbatasan Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, dengan Kecamatan Cipayung, Minggu (1/1). FOTO : RADAR DEPOK
walikota tinjau banjir
TINJAU : Walikota Depok Mohammad Idris saat meninjau banjir di Jalan Mawar perbatasan Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, dengan Kecamatan Cipayung, Minggu (1/1). FOTO : RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Peristiwa banjir dan longsor di beberapa titik di Kota Depok di awal tahun 2020, berujung pada kerugian yang mencapai Rp9 miliar. Hal itu diutarakan Walikota Depok, Mohammad Idris, dan angka tersebut belum tuntas sampai penghitungan terakhir

“Lima puluhan persen sudah sampai Rp 9 M (miliar). Nah ini belum semuanya, artinya yang (sudah) kita hitung. Ini sedang kita hitung,” ujar Idris.

Idris mengatakan, lelang menjadi salah satu penghambat dalam membangun kembali infrastuktur yang rusak akibat banjir ataupun longsor di Kota Depok. Karena, membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Misalnya bencana longsor seperti itu, kalau dananya lebih dari Rp 1 M (miliar) harus dilelang. Nah itu yang kita komunikasikan ke Kementerian Dalam Negeri, kalau bisa nggak usah lelang. Kalau lelang kan lama lagi,” ujarnya.

Idris menyebut Pemkot Depok mengandalkan biaya tak terduga (BTT) dari APBD 2020. Selain itu, Pemkot Depok akan meminta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk memasukkan Depok ke daerah status tanggap darurat bencana.

“Kita sudah minta supaya dikeluarkan SK Gubernur (tentang penetapan daerah tanggap darurat bencana banjir dan longsor), supaya penggunaan dana BTT di (APBD) Provinsi (Jabar) bisa membantu Kota Depok.”

Hingga kini, menurut Idris, masih ada ratusan pengungsi akibat banjir di Kota Depok. Posko-posko juga disiagakan di seluruh kecamatan.

“Setiap wilayah ada posko-posko ada dan setiap kelurahan sudah diperintahkan untuk shift-shift-an untuk menjaga terus,” kata Idris. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)