SIT Al Haraki
BERBAGI: Guru dan Siswa SIT Al Haraki menyerahkan donasi bantuan bagi korban bencana alam melalui Dompet Dhuafa, kemarin (15/1). Al Haraki menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta, yang berasal dari SDIT dan SMPIT Al Haraki. Foto: ALHARAKI FOR RADAR DEPOK
SIT Al Haraki
BERBAGI: Guru dan Siswa SIT Al Haraki menyerahkan donasi bantuan bagi korban bencana alam melalui Dompet Dhuafa, kemarin (15/1). Al Haraki menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta, yang berasal dari SDIT dan SMPIT Al Haraki. Foto: ALHARAKI FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Guru dan Siswa SIT Al Haraki menyerahkan donasi bantuan bagi korban bencana alam melalui Dompet Dhuafa, kemarin (15/1). Al Haraki menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta.

Komite SDIT Al Haraki, Nur Apriyanti Sari Dewi menuturkan, pihaknya mencoba membantu dari sisi pengumpulan dana dengan menyampaikan informasi kepada orang tua, bahwa sekolah mengadakan penggalangan dana khusus bagi korban bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

“Ini merupakan bentuk dukungan kepada sekolah secara moril, dan mengajak orang tua untuk bisa menyisihkan sebagian rezekinya, berkontribusi dalam pengumpulan dana,” ungkap Apriyanti kepada Radar Depok.
Apriyanti melanjutkan, dari sisi nilai edukasi siswa dilibatkan secara langsung dalam pengumpulan dana. “Tentu kami ingin para siswa mempunyai jiwa sosial yang tinggi,” ucapnya.

Senada, Kepala SDIT Al Haraki, Hidayat mengatakan, donasi yang diserahkan melalui Dompet Dhuafa ini total keseluruhan dari SDIT Al Haraki Rp12 juta, dan SMPIT Al Haraki Rp8 juta. Dana tersebut hasil dari pengumpulan melalui Bintang Alki dan Best, sebuah organisasi yang ada di sekolah.

“Para siswa memang bergerak, alhamdulillah baru kali ini bisa menyerahkan bantuan melalui Dompet Dhuafa. Jadi, total keseluruhan donasi terkumpul Rp20 juta,” ungkap Hidayat.
Donasi tersebut nantinya akan disalurkan ke sejumlah titik yang dianggap masih membutuhkan bantuan. Seperti untuk dapur umum, MCK, sarana kesehatan, serta pendidikan untuk recovery pascabencana.

“Tujuannya mengedukasi siswa memberikan pelajaran pentingnya empati dan peduli terhadap sesama. Kami juga berharap, menjadi tumbuh karakter siswa. Ini sebagai amal bersama demi kemaslahatan umat membantu yang sedang kesulitan,” pungkasnya. (gun)