Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jelang Pilkada Depok 2020, sudah ada beberapa calon dari jalur independen yang mencuat kepermukaan. Bahkan, sampai yang sudah mendeklarasikan diri untuk mengikuti kontestasi pesta demokrasi di Kota Sejuta Maulid.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai hal tersebut masih euphoria saja guna menaikan daya tawar. Sehingga, baik calon walikota yang diusung koalisi partai politik, maupun calon walikota yang maju lewat jalur perseorangan.

“Itu kan sebagai upaya untuk dilamar menjadi wakil walikota. Dan itu sah2 saja selama tidak menimbulkan kegaduhan,” kata Yusfitriadi kepada Radar Depok, Selasa (7/1).

Ia menungkapkan, indikasi dan gejala munculnya calon perseorangan dalam Pilkada Kota Depok sudah terlihat jauh sebelum tahapan Pilkada dimulai. Setidaknya, pria yang akrab disapa Kang Yus ini mengamati tiga dinamika politik yang terjadi.

“Salah satunya dari perpecahan salah satu partai dan melahirkan partai baru, itu akan sangat berpengaruh dalam dinamika Pilkada 2020, terutama di daerah-daerah yang basis partai tersebut cukup kuat, termasuk di Kota Depok,” ungkap Kang Yus. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)