Subsidi 1,5 Juta Tabung Gas 3 Kg Depok Dicabut

In Utama
subsidi tabung gas 3 kilogram
AKAN DIBATASI : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di Agen Elpiji Pertamina PT. Duta Raja Gas, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya. Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan menghentikan subsidi pada harga elpiji tiga kilogram. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga dan usaha kecil di Kota Depok yang biasa menggunakan gas tiga kilogram (Kg) atau si melon, siap-siap mengheluskan dada. Pertengahan 2020, pemerintah mencabut subsidi gas melon secara tertutup. Artinya, si melon yang biasa dijual Rp20-Rp22 ribu, akan dijual sesuai dengan harga pasaran per kilogram gas 12 Kg.

Pantauan Radar Depok, gas yang dijual pengecer untuk ukuran tiga kilogram rata-rata Rp22 ribu, dengan begitu per kilogramnya sekitar Rp7.333. Sementara gas ukuran delapan kilogram dibandrol Rp80 ribu yang berarti per kilogramnya Rp 10 ribu. Sementara gas ukuran 12 kg dijual berkisar Rp150 ribu yang berarti harga per kilogramnya Rp12.500. Nah, jika pemerintah berencana menjual harga gas LPG tiga kilogram setara gas 12 kilogram, maka si melon  dijual sekitar Rp37.500.

Ketua Hiswana Migas Depok, Ahmad Badri mengatakan, jika pemerintah mengalihkan subsidi tersebut tentu sangat berdampak, khusunya bagi pedagang kecil. Dampaknya bagi usaha kecil, misalnya kalau subsidi tiga kilogram dialihkan berarti usaha kecil harus membeli LPG non subsidi.

Harga pokoknya pasti naik dan dijualnya pun pasti naik. Omsetnya pasti turun kemudian daya beli konsumen juga menurun. Menurutnya, saat ini kebutuhan gas bagi masyarakat Kota Depok mencapai 1,5 juta tabung gas 3 kilogram perbulan.

“Bedanya LPG melon dengan yang 12 kilogram itu kan masalah kuota subsidi, LPG 12Kg berapapun kebutuhannya pasti pertamina akan cukupi karena tidak ada kuota subsidinya,” tegas Ahmad Badri.

Sementara itu, penjual gas tiga kilogram di kawasan Cilodong, Ilyas mengatakan, sudah mendapat banyak keluhan dari konsumen perihak kenaikan harga gas padahal kenaikannya belum dimulai. “Ibu-ibu banyak yang protes, karena naiknya tinggi,” singkat Ilyas.

Sementara Rabu (15/1),  Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebut, alasan di balik rencana pencabutan subsidi di tabung elpiji melon tersebut. Pemerintah ingin mengendalikan, karena itu salah satu kontribusi subsidi terbesar di republik ini.

Saat ini, rencana dan skema tengah digodok di direktorat jenderal minyak dan gas Kementerian ESDM. Dengan dicabutnya subsidi di tabung gas elpiji, harga tabung melon yang dijual akan disesuaikan dengan harga pasar.

Jika dihitung harga tabung LPG 12 kg mencapai Rp139.000, maka per kilogramnya gas mencapai Rp11.583. Dengan angka tersebut, harga tabung LPG 3 kg bisa mencapai Rp35.000. Ini naik signifikan ketimbang harga saat ini yang berkisar Rp18.000 sampai Rp21.000.

“LPG ini tantangan kita di 2020, secara prinsip sektor terkait setuju LPG 3 kilogram secara tertutup, hanya untuk masyarakat yang berhak. Ini persiapan subsidi langsung pada masyarakat, mudah-mudahan tahun ini pertengahan tahun bisa diterapkan,” katanya.

Djoko menjelaskan, sudah ada tiga kriteria penerima subsidi. Pertama, akan ada 15 juta masyarakat yang menerima subsidi, kriteria kedua 20 juta, dan terakhir 25 juta. Namun belum bisa dipastikan kriteria mana yang akan diambil, karena masih dalam proses pembahasan siapa saja yang benar-benar berhak.

Berdasarkan survei yang dilakukan, rata-rata masyarakat miskin mengkonsumsi tabung melon sebanyak tiga tabung dalam sebulan. “Apakah subsidi tiga tabung, begitu tabung keempat sudah tidak [subsidi],” tegasnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, apabila implementasi ini bisa diterapkan sejak Januari 2020, semestinya akan menghemat 30% subsidi. Namun karena akan diterapkan pertengahan tahun subsidi bisa dihemat sekitar 10-15%.

Skema yang dipertimbangkan beragam, bisa memakai QR Code sehingga saat membeli sejumlah tiga tabung gas nanti subsidi Rp100.000 akan langsung ditransfer ke rekening penerima subsidi. Selain itu, sedang dihitung berapa rata-rata kebutuhan para warga yang berhak terima subsidi dalam sebulan. (rd/jwp)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun di Depok

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu