balai nikah kota depok
FOTO BERSAMA: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna berfoto bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Depok H. Asnawi dan para siswa yang hadir dalam Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-74, Jumat (3/1). FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
balai nikah kota depok
BALAI NIKAH : Balai Nikah dan Manasik Haji Kota Depok yang terletak di KUA Cilodong. Tahun ini Kemenag RI, akan membangun 16 Balai Nikah dan Manasik Haji di Jawa Barat, termasuk di Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kementerian Agama (Kemenag) pada 2020 akan membangun 16 Balai Nikah dan Manasik Haji di Jawa Barat (Jabar). Balai tersebut bakal dibangun di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kota Depok.

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, H. Asnawi mengatakan, saat ini sudah ada satu Balai Nikah dan Manasik Haji di Depok, tepatnya di Kantor Urusan Agama (KUA) Cilodong. Balai tersebut sudah berdiri sejak tahu 2018.

“Baru ada satu Balai Nikah dan Manasik Haji, ada di Cilodong,” kata Asnawai usai melaksanakan kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kemenag tahun 2020, di Lapangan Balaikota Depok, Jumat (3/12).

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga berencana menambah Balai Nikah dan Manasik Haji. Agendanya bakal dibangun di Kecamatan Cinere dan Bojongsari.

“Akan ada tambahan dua balai lagi, kalau ada anggaran perubahan akan dilaksanakan di tahun ini. Tapi kalau tidak ya di tahun 2021,” beber Asnawi kepada Radar Depok.

Senada, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku senang dengan adanya rencana penambahan Balai Nikah dan Manasik Haji di Depok. Ia menilai, keberadaan balai tersebut sangat membantu warga dalam mengurus keperluan ibadah.

“Sangat senang, efisiensi waktu, serta meringankan biaya masyarakat dalam mengurus pernikahan atau urusan haji,” tutur Pradi kepada Radar Depok.

Dia menambahkan, pihaknya sangat mendukung pembangunan balai tersebut, hanya saja untuk anggaran belum bisa membantu banyak mengingat itu merupakan kewenangan pusat.

“Kalau persoalan anggaran pembuatan balai itu ada di Kemenag. Mungkin bisa anggaran hibah, tapi kalau di tahun berjalan belum bisa,” tukasnya.

Terpisah, Kementerian Agama pada 2020 akan membangun 228 Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) pada beberapa daerah di Indonesia.

“Sebanyak 228 gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, akan kita bangun dengan skema pembiayaan melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Mohsen dalam siaran resmi.

Mohsen mengatakan, pada Desember 2019 semua pejabat yang menangani pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji dari Provinsi sampai Kabupaten/Kota sudah melakukan rapat dengan Ditjen Bimas Islam.

Rapat tersebut bertujuan untuk pengarahan agar bisa bekerja sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah dibuat. Dana pengembangan Balai Nnikah dan Manasik Haji berasal dari SBSN.

Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama sejak 2015 sejumlah 26 KUA. Jumlah Balai Nikah dan Manasik Haji KUA yang dibangun terus meningkat menjadi 181 KUA pada 2016, 256 KUA pada 2017, 245 KUA pada 2018, dan 128 pada 2019.

Mohsen berharap para Kanwil Kemenag bisa melaksanakan program ini dengan baik demi meningkatnya layanan kepada masyarakat. Proses yang berkaitan dengan teknis pembangunan sudah dapat dilakukan oleh setiap Kanwil Kemenag di Provinsi dan Kabupaten/kota, agar pengembangannya berjalan lancar dan tepat waktu. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra), Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)