foto semasa hidup korban banjir di depok
SAAT MASIH BERSAMA : Kenangan wisuda Amelia Susanti anak Dayanti, berfoto bersama Ade Istakhori, Rumsinah, Nizam, dan Benzema. FOTO : DAYANTI FOR RADAR DEPOK
foto semasa hidup korban banjir di depok
SAAT MASIH BERSAMA : Kenangan wisuda Amelia Susanti anak Dayanti, berfoto bersama Ade Istakhori, Rumsinah, Nizam, dan Benzema. FOTO : DAYANTI FOR RADAR DEPOK

 

Peristiwa tanah longsor yang terjadi di daerah Pangkalanjati Baru (PJB), Cinere, Kota Depok, menjadi berita duka pada pembukaan tahun 2020. Tragedi memilukan yang dialami satu keluarga ini, menjadi takdir ilahi yang sudah kehendakNya.

Laporan : Devina Kunia Sari, Kota Depok 

RADARDEPOK.COM – Kedatangan keluarga, dan tetangga menjadi penguat hatinya Dayanti, di tengah pilu yang begitu dalam. Pagi kemarin (2/1), sekira pukul 10:00 WIB, rumahnya masih disambangi tetangganya. Matanya yang sayu, sangat memendam luka batin dan rasa kehilangan, berusaha dia bendung.

Jelang malam pergantian tahun. Dayanti kedatangan anak pertamanya, Amelia Susanti bersama cucunya, Benzema dan Athar. Tidak ada rasa apa-apa saat berkumpul. Apalagi, ketika makan bersama keluarga bersama nenek Rumsinah di rumahnya Jalan Al Barokah RT 7/1, Kelurahan Pangkalanjati Baru (PJB), Kecamatan Cinere Depok. Senda gurau terpancar saat bergumul bersama. Dayanti pun merasa senang bisa kumpul bersama.

Setelah acara selesai sekitar pukul 00:15 WIB. Amelia memilih untuk menginap di rumah Dayanti, karena mengeluh sedang sakit di bagian telinga dan sedikit demam. Ketika itu juga air sudah deras membahasi bumi.

Rumah yang sederhana, memanjang dan memiliki ruang kamar yang amat berdekatan dengan tebing curam. Situlah, ruang kamar tempat dimana Amelia tidur bersama kedua anaknya, dan nenek Rumsinah.

Pada pukul 03:00 WIB, Dayanti terbangun karena mendengar cucunya Athar menangis. Hal itu menumbuhkan niat Dayanti dan suaminya Ade Istakhori, hendak pergi mengajak Athar dan anak ketiganya Nizam  pukul 05:00 WIB. Saat kembali pulang, pukul 06:30 WIB. Dayanti melihat air mengalir dengan deras di depan rumahnya.

Sontak, Dayanti memanggil anak keduanya, Deni Prabowo, yang masih terjaga untuk membangunkan kakaknya, Amelia. Namun hal itu terlambat, tebing di atas rumahnya longsor menerjang sisi depan rumah Dayanti dan mengakibatkan kaki kiri Deni terluka parah. Nizam yang ingin membantu kakaknya, Deni, justru tewas tertimbun tanah saat sampai di depan kamar Amelia, Benzema, dan Rumsinah tidur.

“Bowo selamat meski sementara tidak bisa berjalan. Kaki kanan Bowo sakit karena kecelakaan pada waktu lalu, dan sekarang kaki kirinya terluka karena tanah longsor,” kata Dayanti sambil menguatkan suaranya.

Suara gemuruh yang amat besar, mengundang perhatian tetangga Dayanti untuk mendatangi rumahnya. Beruntung, saat dilakukan evakuasi oleh warga, Benzema muncul dari timbunan tanah dan merangkak keluar.

Momen memilukan itu seiring menyayat hati Dayanti. Ketika dia melihat anak kebanggaannya, Amelia dalam kondisi seluruh badannya membiru saat berhasil ditemukan jasadnya dalam timbunan tanah. Dia merasa kematian anaknya tersebut seakan tidak wajar. Sambil menahan tangis, Dayanti berharap setiap amal perbuatan Amelia diterima oleh-Nya.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Mungkin ini takdir dari Yang Mahakuasa, Alhamdulillah Benzema selamat,” seru Dayanti.

Sambil mengenakan baju panjang berwana ungu dan hijab bercorak bunga, Dayanti mengaku berusaha tidak menyesali semua kejadian yang dia alami. Namun Dayanti dan Ade tetap harus kuat menghadapi keadaan. Kejadian yang menewaskan dua anak dan ibunya menjadi penguatan iman untuk Dayanti dan Ade. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)