ubah pandangan silat berbau mistis
BUKU BARU : Herman Budianto sedang memberikan sambutan dalam launching bukunya The Power of Silat di Festival Pencak Silat di Dmall, Kemiri Muka, Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

ubah pandangan silat berbau mistis
BUKU BARU : Herman Budianto sedang memberikan sambutan dalam launching bukunya The Power of Silat di Festival Pencak Silat di Dmall, Kemiri Muka, Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEJI – Ketua Pimpinan Kampung Silat Jampang, Herman Budianto, terus berupaya meningkatkan minat masyarakat terhadap pencak silat. Salah satu cara yang ia tempuh dengan menulis buku. Sudah dua buku berbau silat yang ia tulis.

Karya teranyarnya berjudul The Power of Silat, resmi diluncurkan bersamaan dengan acara Festival Pencak Silat, di Dmall, Beji, Sabtu (4/1) lalu. Dalam bukunya tersebut, Herman mengatakan, banyak nilai-nilai penting yang dapat diambil dalam kehidupan persilatan.

“Buku ini bukan memaksa pembacanya untuk menjadi pesilat. Namun, saya ingin pembaca dapat memahami arti silat itu sebenarnya,” kata Herman kepada Radar Depok.

Menurutnya, banyak orang yang berpendapat dunia persilatan tak jauh dengan hal-hal yang berbau mistis. Maka, Herman ingin mengubah paradigma masyarakat melalui karyanya itu. The Power of Silat, kata Herman, memiliki filosofi yang berartikan semangat dalam menjalani kehidupan.

“Saya berharap orang-orang yang membaca buku ini dapat memahami filosofi di dalamnya. Silat bukan hanya tentang kekerasan, silat dapat menjadi obat dan pelajaran ketika semangat kita luntur, jalan menuju kedisiplinan, dan memperkuat iman,” tambahnya.

Buku yang dia tulis dalam kurun waktu satu tahun itu, menjadi harapan Herman agar pembaca bisa sukses dalam bidang digelutinya. Sebab terdapat beberapa kisah kehidupan tokoh pesilat, seperti Eddie Marzuki Nalapraya, yang berhasil menyebarkan Pencak Silat ke 70 negara, sehingga silat diakui Badan Dunia United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Herman mengaku tak mudah dalam pembuatan buku ini. Dia harus membagi waktunya sebagai bagian dari Kampung Silat Jampang dan Lembaga Wasilah Nusantara. Namun, tekadnya membuat buku The Power of Silat tak menyurutkan semangat Herman berkarya.

“Akhirnya buku ini selesai juga,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)