UNI papua kembangkan karakter anak
LATIHAN : Tim sepak bola Uni Papua berfoto bersama pelatih sekaligus Ketua Cabang ID GEN Uni Papua Depok, Ozzy,setelah latihan di Lapangan TNI – AU Dwikora Cilangkap, Kacamatan Tapos, Kota Depok. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK
UNI papua kembangkan karakter anak
LATIHAN : Tim sepak bola Uni Papua berfoto bersama pelatih sekaligus Ketua Cabang ID GEN Uni Papua Depok, Ozzy,setelah latihan di Lapangan TNI – AU Dwikora Cilangkap, Kacamatan Tapos, Kota Depok. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Uni Papua merupakan komunitas sosial dalam bidang Sepak Bola yang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu, dengan fokus terhadap pengembangan karakter serta nilai-nilai kemanusiaan, dalam rangka membawa dampak perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan melalui Sepak Bola. Uni Papua memiliki mimpi bahwa semua anak, keluarga dan masyarakat akan menggunakan Sepak Bola sebagai media untuk pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Ketua Cabang ID GEN Uni Papua, pelatih, sekaligus Ketua Sekolah Sepak Bola (SSB) Rajawali 25 Pauzi mengatakan Uni Papua merupakan komunitas sepak bola sosial dengan program membentuk karakter anak melalui sepak bola.

“Uni Papua adalah komunitas sepak bola sosial, programnya membentuk karakter anak melalui sepak bola dari hal-hal terkecil baik dilapangan, disekolah, dilingkungan atau dirumah,” tutur pelatih yang akrab disapa Ozzyini.

Yang berbeda dari SSB adalah program untuk SSB mengikuti dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sedangkan Uni Papua lebih berkecimpung di bidang sosial.

“Seperti saat banjir kemarin, kita dari Uni Papua baik pengurus, pelatih, maupun anggota ikut membantu dan kita libatkan langsung di lapangan,” ungkap Ozzy.

Ozzy percaya, karakter anak sangat penting karena dasar dari sebuah kesuksesan anak-anak di lapangan.

“Pada awalnya komunitas ini bergerak di Papua karena Uni Papua pusat bergerak di pelosok pedalaman yang kurang diberikan perhatian. Hal itu juga melalui olahraga sepak bola. Di ID GEN tidak adatim, tapi banyak anak-anak dari Uni Papua yang berprestasi dibidang sepak bola,” tambahnya.

Sebanyak 150 anggota SSB Rajawali 25 yang sudah berseragam sudah didaftarkan namanya untuk masuk kedalam komunitas ID GEN Uni Papua Depok untuk mengikuti program-program yang akan diberikan oleh Uni Papua. Bahkan ada beberapa anggota juga yang dimasukkan kedalam sekolah – sekolah akademi sepak bola dan dibayai penuh oleh Uni Papua.

Untuk tanggapan dari orang tua, Ozzy mengaku sangat positif dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang telah diatur oleh Uni Papua.

“Sejauh ini dukungan dari orang tua sangat positif karena Uni Papua setiap mengadakan kegiatan mewajibkan seluruh anggotanya untuk ikut, termasuk pelatih,” ungkapOzzy.

Setiap 3 bulan sekali, Uni Papua mengadakan pelatihan yang secara langsung pelatihnya didatangkan dari Luar Negeri.

“Saya berharap kedepannya anak-anak bisa lebih berprestasi, bisa diakomodasi oleh Uni Papua baik pendidikan atau aktifitas anak di lapangan,” tutup Ozzy.

Sekretaris Umum SSB Rajawali 25, Sugiarto mengaku jika anaknya pernah mengalami cedera ketika bermain bola dilapangan dan untuk pengobatan dibantu oleh Uni Papua.

“Anak saya pernah mengalami cedera ketika pertandingan antar SSB, alhamdulilah diakomodasi seliuruhnya oleh Uni Papua dan standar rumah sakit yang diberikan adalah rumah sakit untuk Tim Nasional,” tutupSugiarto. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wugaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)