puskesmas bojongsari cegah chikungunya
TURUNLANGSUNG : UPT Puskesmas Bojongsari saat mengunjungi salah satu lingkungan di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
puskesmas bojongsari cegah chikungunya
TURUNLANGSUNG : UPT Puskesmas Bojongsari saat mengunjungi salah satu lingkungan di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bojongsari berusaha meminimalisir penyakit Chikungunya diwilayah Kecamatan Bojongsari. Tercatat, sebanyak 20 masyarakat di Kecamatan Bojongsari terjangkit Chikungunya. Selain melakukan pengobatan, UPT Puskesmas Bojongsari meminta masyarakat meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Laporan terjadinya penyakit Chikungunya telah diterima UPT Puskesmas Bojongsari. Menerima laporan tersebut, UPT Puskesmas Bojongsari mendatangi lingkungan masyarakat yang terserang Chikungunya, salah satunya di wilayah Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari.

Kepala UPT Puskesmas Bojongsari, Rahmina Dewi mengatakan, penyakit Chikungunya disebabkan perkembangbiakan nyamuk. Umumnya, masyarakat yang terserang gigitan nyamuk dan menyebabkan Chikungunya, akan merasakan sakit dibagian persendian.

“Laporan yang kami terima sebanyak 20 masyarakat terkena Chikungunya,” ujar perempuan yang kerap disapa Dewi.

Perempuan berhijab tersebut mengungkapkan, UPT Puskesmas Bojongsari telah melakukan pengobatan dan 20 orang yang terkena Chikungunya telah berangsur pulih. Selain itu, untuk mencegah Chikungunya, UPT Puskesmas telah menyediakan Abate yang dapat digunakan masyarakat.

Dewi menuturkan, untuk mencegah Chikungunya menyerang lingkungan, masyarakat dapat melaksanakan aksi bersih dengan kerja bakti membersihkan lingkungan, melaksanakan PSN, dan meningkatkan Jumantik. Menurutnya, hal itu dapat mencegah terjadinya penyakit Chikungunya.

“Tidak dapat di pungkiri melalui PSN dan Jumantik dapat mencegah penyakit Chikungunya maupun demam berdarah,” tutup Dewi. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)