Walikota Depok, Mohammad Idris  
Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris  
Walikota Depok, Mohammad Idris

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris membantah wacana pembangunan moda transportasi massa berbasis rel atau monorel yang didengungkan, ada muatan politik untuk Pilkada Depok 2020.

Sebab jika itu kampanye, kata dia, dinilai akan rugi. Misalnya ia sukses, dan ternyata bukan dia walikotanya serta dibatalkan wacana pembangunan monorel tersebut, warga akan beranggapan ia berbohong.

“Ini Pak Idris bohong, rugi kan saya. Jika walikota berpolitik, hal tersebut hal yang wajar. Karena namanya politik pemerintahan. Namun, yang tidak boleh itu ber-politiking,” tegas Idris.

Ditanya terkait merilis hasil survei di Februari, Idris mengungkapkan, hal tersebut baru ancang-ancang dirinya. Sebab, hasil survei sudah dikantongi dan tinggal melihat even saja.

“Kalau ada orang yang belagu-belagu baru saya kasih tahu,” kelakarnya.

Idris menambahkan, survei tersebut banyak, misalkan survei pribadi atau ia yang menyelenggarakan. Bisa saja tidak dibuka. Karena, untuk bahan evaluasi saja. Tetapi, jika ada lembaga survei independen yang ingin merilis dipersilahkan.

“Kalau yang pribadi saya, surveinya termasuk yang pasangan, jadi ada empat pasang, dari empat pasang nanti tunggu tanggal mainnya,” imbuhnya.

Sementara soal partai politik yang akan mengusung dirinya, Idris mengungkapkan tidak bisa berkomentar banyak dan memutuskan hal tersebut. Karena diputuskan dari DPP. Ia khawatir bila berlomentar, takut ada yang tersinggung lantaran dianggap mendahului.

Idris pun mengungkapkan, untuk Pilkada 2020 ia tidak berani melalui jalur independen. Sebab, ia membutuhkan  backup dari parlemen. Sebab, ada di beberapa daerah, pemenang Pilkada dari jalur perseorangan ujung-ujungnya ke partai lagi.

Sementara, menanggapi MoU yang dilakukan Gerindra dan PDIP, ia menilai hal tersebut wajar dan biasa, lantaran keduanya memiliki kepentingan untuk memenangkan Pilkada.

“Sudah biasa dalam rumah tangga namanya cerai. Nanti kan kalau cerai bisa move on lagi. Itu bisa balik lagi, kita kan inginnya keluarga yang harmonis, tenang, kita inginnya balik lagi, rujuk lagi, ketahanan keluarga namanya. Makanya bantuin media tahan-tahanin,” pungkasnya. (rd) 

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)