spanduk warga krukut tolak ganti rugi
PROTES: Warga Kelurahan Krukut, Limo membentangkan spanduk penolakan harga yang ditetapkan tim appraisal. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
spanduk warga krukut tolak ganti rugi
PROTES : Warga Kelurahan Krukut, Limo membentangkan spanduk penolakan harga yang ditetapkan tim appraisal. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembebasan lahan yang terdampak pembangunan Tol Cijago, di RW1 dan 2 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo masih menuai polemik. Warga belum sepakat dengan harga yang di tawarkan, mereka mendesak penghitungan ulang dan segera ditetapkan harga yang baru.

Patauan Radar Depok, di Jalan Raya Krukut banyak spanduk memohon ganti untung atas pembayaran lahan yang terdampak pembangunan Tol Cijago yang dibentangkan.

Ketua RR3/2 Kelurahan Krukut, Haryati mengaku, menolak dengan harga yang telah ditetapkan tim appraisal. Dia meminta penghitungan ulang. Sebelumnya itu hitungan tahun 2013, namun dengan tenggat waktu yang cukup lama kenapa harga yang ditawarkan sama dengan saat ini.

“Sama saja dengan nilai 2013, kami menolak,” kata Haryati kepada Radar Depok, Minggu (5/1).

Pihaknya juga sudah menyerahkan surat sanggahan ke Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN), tapi sampai hari ini (5/1) belum mendapat tanggapan. “Sementara kami masih verifikasi ulang data warga yang terdampak,” tegas Haryati.

Ada 440 rumah yang tersebar di dua RW, nantinya di lahan tersebut akan dibangun bundaran, yang menghubungkan, Tol Desari, dan Tol Cijago.

Sementara, Lurah Krukut, Rohman Tohir mengungkapkan, belum ada undangan kembali terkait penetapan harga yang baru. Sebelumnya, tim appraisal sudah turun. Mereka menghitung ulang luasan tanah warga yang terkena tol.

“Sementara yang dari Disrumkim belum cek ulang yang bangunannya,” singkat lurah. (rd)

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)