Waspada Bahaya Bahan Tambahan Makanan

In Ruang Publik

 

Oleh: Fauzan Solihin

Mahasiswa STIKIM Jakarta

 

HAMPIR semua makanan atau minuman yang ada dijual di pasaran kini banyak mengandung Bahan Tambahan Makanan (BTM). Tujuannya tentu bermacam-macam, ada yang mencegah makanan agar tidak cepat rusak namun tidak sedikit pula yang menambahkan zat BTM yang berbahaya demi kepentingan ekonomi semata. Fakta ini tentu membutuhkan penyikapan yang bijak dari Anda sebagai konsumen.

BTM umumnya merupakan bahan tambahan yang berbahaya bagi tubuh dan mempunyai dampak buruk bagi kesehatan. Dalam konsumsi jangka panjang BTM dapat mengakibatkan gangguan penyakit seperti tumor, kanker atau bahkan kematian.

BTM yang tergolong berbahaya antara lain adalah formalin, boraks, asam salisilat, kalium klorat dan masih banyak yang lain. Zat-zat itu umumnya digunakan untuk pembuatan bahan peledak, korek api, pengawet kayu, pengawet jenazah, bahkan pembasmi serangga. Bayangkan, bahayanya jika bahan-bahan tersebut terkonsumsi oleh manusia.

Selain bahan pengawet, produsen kerap menambahkan zat perwarna kepada makanan. Penambahan ini dimaksudkan untuk membuat tampilan makanan semakin menarik atau identitas dari pangan tersebut. Misalnya warna merah untuk makanan dengan rasa strawberry, oranye untuk makanan rasa jeruk dan sebagainya. Sebetulnya terdapat bahan pewarna alami seperti kunyit, daun suji tetapi penggunaan bahan alami ini cenderung kurang praktis, mempengaruhi naiknya biaya produksi dan sifat pewarna alami yang tidak homogen karena warna yang dihasilkan tidak stabil. Zat pewarna makanan yang berbahaya antara lain adalah alkanet, burnt umber, butter yellow, fast red e, rhodamine b. Sejatinya bahan pewarna ini digunakan untuk tanah liat, cat, tekstil, atau tinta. Sayangnya, bahan-bahan ini semakin banyak beredar luas.

Formalin

Salah satu bahan tambahan makanan yang berbahaya adalah formalin.  Formalin adalah nama populer dari zat kimia formaldehid yang dicampur dengan air. Larutan formalin tidak berwarna, berbau menyengat, larut dalam air dan alkohol. Larutan formalin mengandung 37% formalin gas dan methanol.  Umumnya formalin digunakan untuk pengawet mayat, disinfektan, antiseptik, anti jamur, fiksasi jaringan, industri tekstil dan kayu lapis, sebagai germisida dan fungisida (pada tanaman atau sayuran), juga insektisida. Namun kini, demi kepentingan ekonomi banyak kalangan industri yang menggunakan formalin sebagai pengawet produknya.

Contoh produk dengan formalin:

  1. Tahu : lebih kenyal, bisa tahan hingga 2 hari, tidak dirubung lalat, terdapat bau khas formalin.
  2. Mie kuning : lebih kenyal, bisa tahan 2-3 hari (jika tanpa pengawet, mie hanya bertahan 4-6 jam), tidak dirubung lalat, memiliki warna lebih terang dari biasanya, terdapat bau khas formalin.
  3. Ikan segar : lebih awet, sekilas tampak lebih segar, tekstur awet, tidak dirubung lalat. Bau khas formalin membuat lalat enggan mendekat.

Jika terhirup oleh manusia, formalin akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, membuat sukar bernapas, sakit kepala, dan kanker paru-paru. Efek formalin pada kulit adalah kemerahan, gatal, dan terbakar. Pada mata, senyawa ini akan menyebabkan kemerahan, gatal, berair, kerusakan, pandangan kabur sampai dengan  kebutaan. Jika kandungannya sudah sangat tinggi, formalin bisa mengakibatkan iritasi pada lambung, alergi, muntah, diare bercampur darah, dan kencing bercampur darah. Lebih jauh, formalin bisa mengakibatkan kematian karena kegagalan peredaran darah.

Oleh sebab itu konsumen harus bersikap kritis terhadap bahan tambahan makanan. Caranya antara lain adalah berusaha untuk tidak mengkonsumsi produk dengan BTM yang sama dalam jumlah besar secara terus menerus atau mengurangi makanan yang banyak mengandung BTM. Selain itu untuk menjaga kesehatan organ pencernaan perbanyak konsumsi serat serta makanan bersifat prebiotik dapat mengurangi tertinggalnya zat-zat berbahaya dari makanan di dalam tubuh.

Suplemen Kaya Antioksidan

Selain upaya tersebut, imbangi juga dengan perlindungan alami dengan asupan antioksidan. Bahan-bahan antioksidan tersedia pada sayur mayur, buah dan biji-bijian yang berguna untuk membersihkan sisa metabolisme zat berbahaya yang menumpuk dalam tubuh. Anda juga dapat membantu dengan mengkonsumsi suplemen yang kaya akan antioksidan, membantu proses pencernaan dalam membersihkan kotoran dan memelihara kesehatan tubuh. (*)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu