penyakit di puskesmas pancoranmas
BEROBAT : Suasana pelayanan Puskesmas Pancoranmas saat pasien memeriksakan kondisi kesehatan setelah bencana banjir beberapa hari lalu. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK
penyakit di puskesmas pancoranmas
BEROBAT : Suasana pelayanan Puskesmas Pancoranmas saat pasien memeriksakan kondisi kesehatan setelah bencana banjir beberapa hari lalu. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pancoranmas mengimbau para korban banjir khususnya di wilayah Pancoranmas agar waspada terhadap penyakit lestopirosis. Jumat (3/1).

Kepala Puskesmas, Ambar Hardiani Widjayanti mengatakan, lestopirosis adalah penyakit yang diakibatkan infeksi dari kencing tikus, dimana bakteri tersebut akan menempel pada kulit manusia melalui media air.

Menurut Ambar, gejala yang di alami penderita, yaitu tifus, pusing, dan mual-mual. Gejala tersebut harus segera dirujuk ke Puskesmas untuk dilakukan penanganan. Namun, sementara belum ada laporan mengenai korban yang terjangkit, karena menurutnya, banjir di Depok tidak berangsur lama.

“Dampaknya tidak terlalu parah, tidak sampai meninggal, namun hal itu cukup berpengaruh pada kegiatan si penderita. Kalau sudah dilakukan penanganan, bisa langsung sembuh,” tambahnya.

Puskesmas Pancoranmas juga mengirimkan bala bantuan ke posko-posko lokasi banjir dalam bentuk pengobatan gratis di Mampang, Rangkapan Jaya, dan Kampung Lio.

“Bantuan yang kami berikan untuk balita berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT), seperti biskuit. Adapun layanan kesehatan untuk usia remaja, dewasa, dan lansia,” ujarnya.

Ambar melaporkan, kebanyakan penyakit yang diderita korban banjir yaitu Hipertensi dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Korban yang terjangkit berada di usia 40—60 tahun. Sementara untuk jumlah pastinya belum selesai didata.

“Apapun jenis penyakitnya diharapkan warga Pancoranmas untuk membiasakan hidup bersih sesuai dengan prinsip Peduli Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan sebelum dan sesudah makan, untuk meminimalisir penyakit,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)