Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga

 

Reynhard Sinaga, Warga Negara Indonesia (WNI) yang divonis seumur hidup di Inggris lantaran memperkosa ratusan laki-laki sebetulnya sedang menantikan gelar S3 yang sedang ditempuhnya di Universitas Leeds. Namun, semua harus pupus karena tindakan biadabnya itu.

=====================

Diketahui, Reynhard dilaporkan memperkosa 195 pria selama ia menempuh pendidikan di Inggris. Dalam laman Birmingham Mail, Selasa (17/1), disebutkan, Sosok Reynhard Sinaga tinggal di pusat kota Manchester selama lebih dari satu dekade sambil belajar berbagai program.

Pria berusia 36 tahun itu memilih untuk tinggal dekat dengan Gay Village dan Canal Street di mana sikap terhadap homoseksualitas lebih cenderung bebas.

Reynhard menginjakkan kakinya di Inggris dengan visa pelajar pada tahun 2007 yang dibiayai oleh orang tuanya di negara itu selama 10 tahun ke depan. Ia adalah lulusan University of Manchester pada 2009 dengan gelar MSc. Dia kembali ke kampus yang sama pada 2011 dengan gelar MA dalam Sosiologi.

Sejak 2012, Reynhard menempuh studi di University of Leeds sebagai bagian dari studinya untuk gelar PhD. Ternyata, seolah observasi partisipasi, Reynhard mengambil tema tesis soal kehidupan gay.

Tesis Reynhard berjudul ‘Sexuality and Everyday Transnationalism. South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester‘ (Seksualitas dan Transnasionalisme Sehari-hari. Kaum Gay dan Biseksual Asia Selatan di Manchester).

Pada bulan Juni 2017, status mahasiswa dirinya ditangguhkan segera setelah penangkapannya. Status mahasiswa yang disandangnya secara resmi copot setelah pengadilan memvonisnya dengan hukuman penjara seumur hidup.

Meski tesisnya bicara soal kehidupan gay, namun pihak kepolisian memastikan tindakan kejahatannya tidak berkaitan dengan tesisnya. Polisi Greater Manchester mengatakan tidak ada indikasi bahwa penelitiannya digunakan sebagai dasar untuk kejahatannya.

Selama persidangan, pengadilan menerima kesaksian dari ibu dan saudara perempuan Reynhard. Hakim Suzanne Goddard QC yang memimpin jalannya persidangan mengatakan bahwa keduanya tidak tahu apa-apa tentang tindakan bejat anaknya.

“Hampir tidak dapat dipercaya bahwa seseorang yang taat pada saat yang sama dapat melakukan kejahatan yang jahat,” tegas Hakim Suzanne.

Secara penampilan, Reynhard sangat jauh dari predikat penjahat seksual. Penampilannya flamboyan, alim, dan suka pergi ke gereja. Tampangnya pun lugu. Reynhard sudah selama lebih dari tujuh tahun tinggal di apartemen sewaan di Manchester. Dia sedang menjalani studinya untuk mendapatkan gelar doktor. Namun, di malam hari, sisi gelap Reynhard muncul. Ia berkeliaran untuk berburu para laki-laki muda.

Apartemennya hanya berjarak beberapa menit dari sebuah klub malam bernama Factory Nightclub. Di kawasan inilah Reynhard biasa berburu. Modusnya, Reynhard biasanya mendekati korbannya di jalan. Sasarannya adalah pria milenial berusia akhir belasan atau awal 20-an yang sedang mabuk di dekat klub dan apartemennya.

Beberapa korban yang dimintai keterangannya oleh polisi dapat mengingat bahwa mereka diberi minuman oleh Reynhard sebelum akhirnya pingsan. Keterangan ini disebutkan dalam empat persidangan yang bergulir. Para korban yang hadir di pengadilan, sebagian besar adalah heteroseksual. Sebagian besar korbannya juga tinggal di Manchester.

Dilansir dari BBC, Salah satu korban, sebut saja A, bercerita bahwa ia didekati Reynhard saat sedang menunggu pacarnya di luar klub malam Fifth Avenue. Reynhard lalu menawarkan sang korban untuk menunggu di dalam apartemennya. Setelah diberikan minum, yang sudah diberikan suntikan obat oleh Reynhard, korban mengaku tak sadarkan diri.

Seorang korban lain, B, menggambarkan bahwa tiba-tiba ia didekati oleh seorang pria muda Asia tak dikenal. Baginya, Reynhard tidak tampak seperti karakter yang menakutkan dan selama percakapan mereka di apartemen, Reynhard tampil seperti orang yang jujur dan cerdas.

Korban mengatakan kepada pengadilan bahwa segera setelah ditawari minuman, dia tidak dapat mengingat apapun sampai pagi. Korban tak tahu telah diperkosa sampai didekati oleh polisi.

Korban lain, C, percaya bahwa Reynhard adalah orang yang sangat baik. Setelah tak sadarkan diri usai minum di apartemen Reynhard, korban hanya ingat bahwa ia terbangun di lantai dan dalam kondisi ditutupi selimut.

Beberapa korban lain mengaku merasa tubuh mereka sangat tidak enak setelah sadar dari pingsannya. Kebanyakan dari mereka terbangun dalam kondisi telanjang dan muntah. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)