4.000 Jamaah Umrah Depok Dirumahkan

In Utama
Ilustrasi ibadah umrah dan haji
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tahun ini keberangkatan jamaah umrah di Kota Depok terganggu. Bahkan, bisa tertunda lama. Alasannya, Kamis (27/2) tepat pukul 12:00 WIB, Arab Saudi resmi menghentikan sementara penyelenggaraan ibadah umrah. Langkah tersebut sebagai pencegahan agar wabah virus korona atau Covid-19 tidak masuk ke Arab Saudi. Efek dari penghentian tersebut, sedikitnya 13 travel se-Kota Depok tertunda ke Tanah Suci.

Kasi Haji, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Hasan Basri mengaku, mengikuti perintah pusat. “Saya fatsun dengan keputusan pusat, sementara mereka sedang membahas masalah larangan dari Arab Saudi,” kata Hasan Basri kepada Radar Depok, Kamis (27/02).

Jumlah travel haji dan umrah di Kota Depok tidak banyak, hanya 13 kantor. Dari 13 travel, mereka mengelola sekitar 3.600 sampai 4.000 jamaah umrah setiap tahunnya. Biaya umrah dibandrol minimal Rp20 juta sampai Rp30 juta. Tergantung lama dan fasilitas yang akan di dapat nantinya. “Tentu ini masalah eksternal dari Arab Saudi, bukan masalah travel bodong, atau penipuan. Se-Depok hanya 13 travel yang terdaftar,” terangnya.

Sementara, Pengelola travel umroh Duta Mulia, Supandi mengatakan, akibat terdapat penutupan kunjungan dari pemerintah Arab Saudi. Pihaknya dengan terpaksa mengundur jadwal keberangkatan. Jamaah yang sudah berada di bandara terpaksa dipulangkan karena tak boleh berangkat. “Terpaksa kami undur, sampai situasi menjadi normal,” kata Supandi di kantornya Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Bagi jamaah yang berbeda di Arab Saudi juga diperiksa rekam jejak jamaah selama dua Minggu kebelakang. “Semua tidak bisa masuk, yang di Soeta ngga bisa berangkat, yang sudah transit di Dubai juga harus balik lagi,” beber Supandi.

Namun demikian, dia masih menerima jamaah yang ingin mendaftar umrah. Dia juga berharap pemerintah Saudi Arabia bisa menyelesaikan masalah, sehingga ibadah umrah bisa dilakukan. “Saya masih terima pendaftaran, namun keberangkatan tergantung pemerintah Arab Saudi kapan dibuka,” terang Supandi, Kamis (27/02).

Dia menduga, pelarangan tersebut hanya berlaku selama dua bulan, setelah itu normal. “Pertengahan April mungkin bisa diberangkatkan,” Supandi meyakinkan.

Menurutnya, larangan tersebut sangat menggangu, terlebih permintaan jamaah umrah yang terus bertambah. Jika dibandingkan dengan jumlah jamaah umroh yang berangkat tentu bakal menumpuk.

Menimpali hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto mengungkapkan, pembatasan tersebut guna melindungi kepentingan para jamaah juga. Mengingat, masifnya penyebaran virus korona apalagi sekarng statusnya sudah pandemik. Sehingga menjadi perhatian dan masalah global.

Yang penting Kementerian Agama selaku Kementerian Penanggung Jawab Teknis permasalhan umrah. Harus segera memanggil penyelenggara umrah, untuk melindungi hak jamaah yang sudah dalam tahapan fase siap berangkat.

“Uang tiketnya, penginapan. Jangan sampai jamaah dirugikan kedua kali. Gagal berangkat tapi uangnya hangus,” kata Wenny.

Pihaknya juga meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)  proaktif meyakinkan Kerajaan Arab Saudi, bahwa negara ini masih aman. “Perlu dipertimbangkan untuk tetap diberikan akses visa. Sehingga para jamaah tetap bisa berangkat umrah,” tandasnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah menghentikan sementara layanan ibadah umrah bagi muslim, yang berasal dari negara lain sejak Rabu pagi (26/2) waktu Arab Saudi. Karena waspada virus korona. Belum ada kejelasan sampai kapan larangan ini berlangsung.

Tetapi yang jelas negara mana saja telah disebutkan, antara lain dari Indonesia. Selangkapnya negara-negara yang ‘dilarang’ memasuki Saudi untuk sementara waktu adalah : Cina, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam. Semuanya 23 negara.

Kebijakan ini dilakukan Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas penyebarannya. Virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu telah mewabah di berbagai negara hingga Iran dan Israel.(rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya), Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu