kopi morning di kampung sugutamu
KOMPAK : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tengah) selepas mengikuti acara Kopi Morning, di Kampung Sugutamu, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Minggu (2/2). FOTO: LULU/RADAR DEPOK
kopi morning di kampung sugutamu
KOMPAK : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tengah) selepas mengikuti acara Kopi Morning, di Kampung Sugutamu, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Minggu (2/2). FOTO: LULU/RADAR DEPOK

 

Warga Kampung Sugutamu, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya menggelar acara dialog masyarakat bertajuk ‘Kopi Morning’, Minggu (2/2). Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna datang sebagai narasumber. Ragam masalah dibacarakan. Dicarakan juga jalan keluarnya.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Pekarangan rumah dengan nuasa kayu itu cukup teduh. Halamannya yang memiliki lapangan bututangkis, dipasang terpal sebagai penghalang sinar mentari. Matahari pagi sebetulnya tidak terlalu menyengat. Sisa-sisa embun masih membasahi ujung daun. Genangan air di teras rumah belum mengering. Sisa hujan semalam.

Meja bundar sudah tersusun rapi. Ditata sedemikian rupa agar tidak terlalu rapat, ataupula senggang. Pengeras suara juga telah disiapkan. Sesuai nama acara, tentunya kopi juga sudah tersedia. Masih mengebul. Kopi hitam. Nikmatnya.

Kopi disajikan langsung oleh barista terlatih yang memiliki cafe di sekitaran Sukmajaya. Jadilah acara dialog pagi itu terasa sekali guyubnya. Pesertanya merupakan perwakilan dari tiga RW, yakni RW22, RW25, dan RW28. Sejumlah ketua RT dan tokoh masyarakat juga datang.

“Total sekitar 70-an peserta yang datang,” ujar pemandu acara, Iwan Setiawan kepada Radar Depok.

Beberapa masalah kemasyarakatan dibahas. Santai, namun tidak menghilangan substasi. Iwan mengatakan, pembahasan tentang tata lingkungan yang ada di Kota Depok, khususnya di lingkungan Baktijaya.

“Baik itu tentang kebersihan, ketertiban, kepadatan lalu lintas jalan, serta berbagai persoalan lain yang kami hadapi di lingkungan,” terang Sekjen DPC PKB Kota Depok ini.

Ada keluhahan yang selama ini bak api dalam sekam. Masyarakat meminta adanya pemekaran kelurahan. Saat ini, di Baktijaya sudah ada 29 RW. Jumlah yang cukup banyak untuk satu kelurahan.

Salah satu landasan ide tersebut, karena Baktijaya dibelah oleh Jalan Juanda. RW1 sampai RW16 di Perumnas. “Sedangkan kami (sisanya) berada diseberang Jalan Juanda. Untuk itu, kami mengusulkan untuk pemekaran wilayah,” terangnya.

Pada kesempatan itu, warga juga sedikit mencurahkan hati kepada Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Mereka ingin agar pemimpin daerah bisa lebih sering turun ke masyarakat.

“sebab, gaya hidup masyarakat Depok tidak jauh berbeda dengan Jakarta, tetapi stimulan RT/RW  tidak sesuai,” tukas Iwan.

Sementara itu, Pradi menyambut antusias dialog masyarakat seperti ini. Membuat dekat dengan warga. Bisa langsung mendengar juga suara masyarakat. Keluhan langsung, atau saran yang membangun. “Pembahasannya berbagai hal. Mulai dari infrastruktur, sosial, ekonomi, budaya,” ujarnya.

Masyarakat juga ingin tahu langkah-langkah Pemkot Depok ke depan. Visi kota yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

“Tentu hasil pembicaraan ini akan saya bawa. Dibahas bersama tim teknis di pemerintahan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)