Bos PT. Damtour Divonis 3,6 Tahun Penjara

In Metropolis
damtour divonis penjara
SIDANG PUTUSAN : Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, dalam amar putusannya menyatakan Direktur PT. Damtour, Hambali Abbas alias Abas (40) bersalah telah melakukan penggelapan.  FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, yang dipimpin Andi Musafir dengan Anggota Yuanne Marietta dan Ramon Wahyudi dalam amar putusannya menyatakan Direktur PT. Damtour, Hambali Abbas alias Abas (40) bersalah melakukan penggelapan secara berlanjut.

Majelis sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siswatiningsih, menuntut Abas bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sejumlah dana milik jamaah umrah sebagaimana dalam dakwaan kedua. Yakni melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Abas dalam Dakwaan JPU disebutkan, telah mengakibatkan kerugian terhadap saksi Boche Rahman dan saksi Rini Purwandari sebesar Rp47 Juta, saksi Agus Sumanto mengalami kerugian Rp16.800.000, dan saksi Raharjo menderita kerugian Rp23.500.000.

Selain itu, saksi Tri Komariyah mengalami kerugian sebesar Rp24.150.000, saksi Budi Samani rugi Rp18.500.000, saksi Kuswati rugi Rp17.450.000, saksi Eny Yuniarti rugi Rp21 juta dan saksi Minarsih rugi Rp21.500.000, juga menjadi korban Abbas.

Tidak sulit untuk mengelabui para jamaah, karena memang dirinya menggunakan sistem gali lubang tutup lubang. Anggaran tahun ini digunakan untuk memberangkatkan yang sudah daftar lebih dulu.

“Perbuatan tersebut dilakukan Abas dengan cara dana jamaah umrah yang masuk tahun 2014, digunakan memberangkatkan jamaah umrah yang sudah mendaftar di tahun 2012 dan tahun 2013,” ungkap Ketua Majelis Hakim Andi Musafir di Ruang Sidang II PN Depok, Kamis (13/2).

Sementara dana masuk tahun 2015 digunakan untuk memberangkatkan jamaah umrah yang mendaftar di Tahun 2014. Dana yang masuk tahun 2016, digunakan untuk memberangkatkan jamaah umrah yang mendaftar tahun 2015.

Atas hal itu maka, di Tahun 2016, Abas tidak dapat memberangkatkan jamaah umrahnya dengan tarif biaya promo yang ditawarkan sebesar Rp15.500.000 hingga Rp16.500.000. Namun, biaya tersebut tidak bisa mencukupi total biaya perjalanan umrah yang sebenarnya Rp17.569.000.

“Sehingga hutangnya makin menumpuk dan terdakwa melarikan diri,” tuturnya.

JPU Siswatiningsih, menuntut Abas bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dana calon jamaah umrah PT. Damtour di Jalan Tole Iskandar Nomor 6-7 Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan tuntutan JPU. Yaitu terdakwa Abas terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah dan melanggar hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa Hambali Abbas alias Abas terbukti bersalah melakukan penggelapan secara berlanjut. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan,” tegas Andi. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Minggu (19/04) Tambah 327 Positif Korona, Berikut Penyebarannya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan penambahan kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia. Per Minggu

Read More...
sembako murah kelurahan curug

RW1, Curug Gelar Sembako Murah

BANTU : Ketua RW1, H. Muhammad Maulana memberikan sembako murah kepada masyarakat terdampak ekonomi akibat

Read More...

Mobile Sliding Menu