cilangkap terbanyak penerima PKH
MANFAAT : Kasie Kemasyarakatan Kelurahan Cilangkap, Fuji Oktavia menyerahkan buku tabungan dan ATM kepada KPM di aula kantor kelurahan setempat. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
cilangkap terbanyak penerima PKH
MANFAAT : Kasie Kemasyarakatan Kelurahan Cilangkap, Fuji Oktavia menyerahkan buku tabungan dan ATM kepada KPM di aula kantor kelurahan setempat. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Dengan 190 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kelurahan Cilangkap menjadi wilayah terbanyak mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tapos. Hal tersebut terungkap saat penyerahan buku tabungan dan kartu ATM di aula kantor kelurahan setempat, Jumat (7/2).

Kasie Kemasyarakatan Kelurahan Cilangkap, Fuji Oktavia mengungkapkan, dengan adanya program ini semoga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khusunya di Keluarahan Cilangkap.

“Karena Kelurahan Cilangkap merupakan jumlah warga terbanyak dari penerima PKH di Kecamatan Tapos ini, untuk itu kita berharap agar kesejahteraan masyarakat Cilangkap semakin meningkat,” ucapnya kepada Radar Depok.

Perempuan berhijab ini meyakini bahwa 190 KPM itu sudah tepat sasaran. Sebab, telah melalui mekanisme dan verifikasi yang telah ditentukan pada program tersebut.

“Kita dengan tim, memang mencari sasaran yang memang benar-benar layak dan sangat membutuhkan. Jadi tidak sembarangan kita masukan sebagai penerima,” pungkasnya.

Sementara, Koordinator PKH Kecamatan Tapos, Dwi Prasetyo Nugroho menjelaskan, bantuan PKH tersebut terdiri dari empat tipe kelompok yang diperuntukan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

“Yang pertama bagi lansia usia di atas 70 tahun, ibu hamil, ibu yang memiliki balita dan anak sekolah serta penyandang disabilitas. Dana yang kita berikan pun sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk besaran dana yang turun sesuai dengan masing-masing tipe kelompoknya.

“Jadi tiap orang tidak sama, tegantung dari jenis kelompok dan bagi yang memiliki anak sekolah juga dilihat berdasarkan jumlah anak dan pendidikannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk ibu hamil dan balita menerima Rp 3juta dalam satu tahunnya, yang dibagi dalam empat kali pencairan.

“Kalau untuk anak sekolah itu dihitung dari banyak nya anak dan tingkatan sekolahnya. Untuk SD Rp 900pertahun, SMP Rp 1,500 dan tingkat SMA Rp 2juta,” jelasnya.

Sedangkan untuk lansia dan penyandang disabilitas, dirinya mengungkapkan akan menerima Rp 2,4 juta dalam setiap tahunnya.

“Tentu, semua bantuan di setiap kelompok tersebut akan cair empat kali dalam setiap tahunnya. Dan semoga masyarakat dapat dengan bijak menggunakan bantuan yang didapat,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)