Kunjungan kerja presiden jokowi di Australia
KERJA : Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja me Australia. FOTO : ISTIMEWA
Kunjungan kerja presiden jokowi di Australia
KERJA : Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja me Australia. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM – Ada yang unik dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Canberra, Australia. Gubernur Jendral Australia, David Hurley menyambut Jokowi dengan pidato berbahasa Indonesia.

Dalam pidato berbahasa Indonesia tersebut David Hurley mengucapkan terima kasih kepada Jokowi, karena telah berkontribusi terhadap penanganan kebakaran hutan di Australia.

“Kita sangat berterima kasih untuk bantuan Indonesia, dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia, dalam pengiriman lebih dari 40 insinyur angkatan bersenjata untuk kontribusi pada Operation Bushfire Assist,” ujar David dalam potongan video yang diunggah Sekretariat Presiden lewat akun YouTube resmi.

Informasinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra, Australia. Tujuannya untuk melihat dan mempelajari pembangunan Canberra sebagai ibu kota Australia.

“Ya saya banyak bertanya tadi pagi ke Gubernur Jenderal, kemudian bertanya juga ke Perdana Menteri Scott Morrison, kemudian sekarang bertanya juga ke Sally Barnes, CEO-nya National Capital Authority di sini, kita ingin mendapatkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya Kota Canberra, bagaimana dikelola, kemudian dimulainya seperti apa,” kata Jokowi seperti dalam keterangan pers.

Kunjungan ke Mount Ainslie ini dilakukan Presiden di sela-sela agenda kunjungan kenegaraan ke Australia. Presiden menyebut bahwa tujuan lain kedatangannya ke Australia adalah untuk menindaklanjuti selesainya ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah disetujui DPR tiga hari yang lalu.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Mount Ainslie antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dan Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)