Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris.
Walikota Depok, Mohammad Idris
Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Lirikan koalisi Depok Tertata : PAN, Demokrat, PKB dan PPP yang dialamatkan sang petahana, ternyata tak menggiurkan Mohammad Idris. Alasannya, pinangan dari daerah belum tentu seirama dengan keputusan pusat.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, terkait adanya isu pinangan dari Koalisi Depot Tertata, yang ingin mengusungnya menjadi calon walikota. Dia mengaku, tak akan tergiur dengan isu yang dihembuskan pengurus daerah partai politik maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menurutnya, dia baru akan menganggap serius tawaran partai politik jika lamaran tersebut datang dari pengurus pusat. “Kami minta keputusan dari DPP  mereka. Sebab keputusan partai kan dari DPP.  Jangan daerah ngomong mendukung tapi DPP nya tidak mau,” ujarnya kepada Harian Radar Depok di Hotel Bumi Wiyata, Kamis (6/2).

Dia mengaku, tidak akan mendeklarasikan secara pribadi akan maju Pilkada Depok sebagai seorang petahana. “Calon walikota kan pakai kendaraan.  Yang deklarasi bukan calonnya. Saya nggak akan deklarasi pribadi, kecuali lewat partai. Kalau partai tidak melamar saya, ya sudah saya balik,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai partai pengusung sebelumnya, yaitu PKS, Idris mengatakan masih berharap masih diajak PKS untuk maju pada Pilkada ini. “Iya masih nunggu keputusan PKS,” bebernya.

Idris memberi contoh, dirinya kerap disebut-sebut akan diusung oleh PKS, partai yang mengusungnya pada Pilkada Depok 2015 silam. Dia sendiri bukan kader PKS, tetapi memang memiliki kedekatan dengan partai berlambang Kapas dan Padi tersebut.

“Nah itu saya kan tidak bisa memastikan. Partai kan bukan punya saya, tapi punya orang dan PKS kan ada mekanismenya. Bahkan, keputusan mendukung calon Walikota Depok tidak hanya hak presiden PKS, tetapi dia ada majelis syuro-nya. Mereka yang memutuskan itu,” ia menjelaskan.

Menurutnya, hingga kini belum menemukan partai yang akan menjadi kendaraan politiknya untuk melaju di kontestasi Pilkada Juni nanti. Idris mengatakan, masih menunggu ada partai yang mau meminangnya untuk majau pada pilkada ini. “Tanyakan saja partai mana yang mau deklarasikan pak Idris sebagai calonnya,” tegasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Sekjen DPC PPP Kota Depok, Mamun Abdullah mengatakan, koalisi Depok Tertata yang terdiri dari PAN, Partai Demokrat, PKB dan PPP, membuka ruang komunikasi seluas luasnya kepada partai politik lain bergabung. Termasuk juga para kandidat bakal calon, seperti Mohammad Idris. Begitu juga dengan Pradi Supritna.

Selain calon dari petahana, kata Mamun, tidak menutup kemungkinan adanya figur baru. Karena politik itu dinamis, tentu yang mempunyai kesamaan visi dan misi untuk Depok lebih baik.

“Koalisi ini sangat solid, kami sedang menggodok untuk menentukan dan memutuskan  calon  secara bersama-sama (empat partai). Koalisi ini juga akan mengajak partai non parlemen,” jelasnya kepada Radar Depok, Rabu (5/2).

Menurutnya, khusus buat Mohammad Idris mau tidak mau nantinya mesti merapat ke Depok Tertata, jika PKS tidak meminangnya. Hanya saja, dengan konsep yang telah disepakati dengan empat parpol. “Memang koalisi Depok Tertata belum memutuskan siapa D1 dan D2 masih menggodok. Tapi kalau pak Idris tidak ada perahu ya ke Depok Tertata,” beber mantan Anggota DPRD Kota Depok periode 2014-2019 ini.

Depok Tertata saat ini tengah menjalin komunikasi dengan siapapun, termasuk dengan PKS. Dalam politik kemungkinan-kemungkinan selalu ada. Sebelum ada janur kuning melengkung, koalisi ini masih berproses, untuk menentukan pengantinnya. Nanti resminya pada saat pendaftaran.

“Sejauh ini cukup solid dan sudah di laporkan ke DPP masing-masing. Koalisi Depok Tertata proses penyatuan pandangan cukup lama, yang pada akhirnya kita sepakat deklarasi,” tegasnya.

Empat partai politik terdiri dari Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN sepakat membentuk koalisi “Tertata” Namun, Tertata belum memutuskan pasangan calon yang akan diusung. Poros Gerindra-PDI-P dikabarkan sepakat merekomendasikan nama Pradi Supriatna, kader Gerindra yang kini menjabat Wakil Walikota Depok.

Sementara PKS sudah mengumumkan tiga bakal calon, yakni Hafid Nasir, Imam Budi Hartono, dan T Farida Rahmayanti. Ketiga nama tersebut berdasarkan hasil Pemilihan Internal Raya (Pemira PKS). (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)