Ini Alasan Kenapa Indonesia Belum terjangkit Virus Korona

In nasional
kemenkes tentang korona
PENJELASAN : Kepala Balitbangkes Kemenkes Siswanto (kiri) memberikan keterangan pers di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Jakarta. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM – Virus Korona terbaru, yaitu coronavirus 2019-nCoV yang pertama kali dilaporkan dari China pada 12 Desember 2019, sampai dengan Selasa (11/2) telah tersebar ke puluhan negara di dunia, mulai dari Amerika Serikat hingga Singapura. Bahkan jumlah korban tewas akibat Korona mencapai 1.016 orang. Sedangkan jumlah kasus menembus 42.638 orang.

Dari jumlah itu, hanya ada satu warga negara Indonesia yang terkena virus itu, yaitu seorang WNI di Singapura. Sementara untuk di dalam negeri, belum ada satupun warga yang terjangkit Korona.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Vivi Setiawaty menjelaskan, semua prosedur sudah dilakukan Kemenkes, dimana setiap ada orang yang suspect, spesimen langsung diambil untuk dicek di laboratorium. Ia pun berkaca kepada penyebaran SARS hingga MERS di mana tidak ada yang terdeteksi di Indonesia.

“Jadi untuk coronavirus 2019-nCoV kita tidak bisa menjawab kenapa, tapi kita tetap meningkatkan kewaspadaan. Tetap kita lakukan pemeriksaan terus menerus, tidak ada yang ketinggalan,” kata Vivi dalam keterangan pers di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Jakarta.

Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan Siswanto menambahkan, banyak hipotesis yang mengemuka perihal belum adanya satupun penduduk Indonesia di dalam negeri yang terkena korona.

“(Misalnya) imunitas orang Indonesia kuat dan sebagainya. tapi saya tidak akan masuk ke sana. Yang jelas selama ini (spesimen) yang dikirim ke Balitbangkes 64 kasus ini dan semuanya negatif. Itu saja,” ujar Siswanto.

Berdasarkan data Balitbangkes, sampai dengan Senin (10/2) pukul 18.00 WIB, total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes sebanyak 64 kasus. Kasus dalam pengawasan tersebar di 16 provinsi antara lain DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Tengah. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

bersama ulama bangun depok

Berrsama Ulama dan Santri, Idris-Imam Bangun Depok

MUNAJAT : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat berdoa bersama pimpinan

Read More...
impro camper 3

Melihat Kreasi IMpro Camper Van Kota Depok : Siap Gandeng Pemkot, Patenkan Identitas (3-Habis)

KREATIF : Salah satu tim IMpro Camper Van saat duduk di dalam mini bus yang

Read More...
pradi siap berkantor

Pradi Siap Ngantor di Kelurahan

DEKLARASI : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat menghadiri agenda di Kampung Banjaran

Read More...

Mobile Sliding Menu