jalan pabuaran rusak lagi
DIGENANGI AIR: Ruas Jalan antara Pasar Citayam ke arah bojonggede, di Kelurahan Pabuaran rusak parah. Tampak genangan air setinggi 50 centimeter menggenangi jalur tersebut. FOTO : ISTIMEWA
jalan pabuaran rusak lagi
DIGENANGI AIR : Ruas Jalan antara Pasar Citayam ke arah bojonggede, di Kelurahan Pabuaran rusak parah. Tampak genangan air setinggi 50 centimeter menggenangi jalur tersebut. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BOJONGGEDE – Ruas jalan antara pasar Citayam ke arah Bojonggede, tepatnya di wilayah Kelurahan Pabuaran rusak parah. Air menggenang setinggi 50 cm dan jalan berlubang mengakibatkan kemacetan panjang di kedua arah.

Ironis dengan status Pabuaran yang telah berubah dari Desa ke Kelurahan sejak 2012, justru makin terbelakang. Dampak dari perubahan status, Pabuaran tidak mendapat alokasi Dana Desa.

Sejumlah warga mengeluhkan pembangunan Pabuaran yang nyaris tak terdengar sejak berubah status. Padahal saran, kritik, dan protes kerap dilakukan di media massa maupun media sosial.

Salah satu warga juga menyarankan pihak kelurahan bisa mengusulkan kepada Pemkab agar jalan diperlebar karena kemacetan sudah sangat parah.

Sementara Haryanto, mantan wakil Ketua BPD Pabuaran memohon kepada Lurah Pabuaran agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi wilayahnya. Apalagi status kelurahan sudah berjalan lebih dari enam tahun. “Jalanan Pabuaran yang rusak perlu penanganan cepat dan memadai,” pintanya.

Lambatnya pembangunan Pabuaran menurut Haryanto karena tidak adanya ballancing dari masyarakat. “Mengapa tidak ada Dewan Kelurahan yang bisa mengawal kerja Lurah. Selama berubah status, tidak ada kemajuan di Pabuaran, malah terkesan mundur,” katanya.

Sementara itu Ismail warga Pabuaran mengilustrasikan ada dana yang hilang sejak berubah status kelurahan. “Jika Dana Desa Rp1,5 M pertahun, setidaknya ada Rp9 M dana yang tak terpakai. Mustinya Lurah bisa mengusulkan agar ada penggantian Dana Desa yang hilang sejak berubah status. Aneh juga ada kelurahan berjalan tanpa anggaran. Seharusnya dapat rekor MURI tuh,” paparnya. (rd)

 

Jurnalis : Agung HR (IG : @agungimpresi), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)