Jumlah ASN di Depok Masih Kurang

In Metropolis
Jumlah ASN Depok berkurang
MELENGKAPI BERKAS : Sejumlah peserta saat melengkapi pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) PNS di Lantai 10, Kantor Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jumlah penduduk Kota Depok saat ini mencapai dua juta jiwa. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri menilai, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) masih kurang untuk melayani warga secara maksimal.

Diketahui, jumlah 6.500 ASN yang bekerja lingkungan di Pemkot Depok dirasakan masih kurang. Meski ada tambahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang masih proses tahap seleksi sebanyak 356 orang sesuai formasi 2019.

“Kebutuhan ASN kita besar. Untuk kebutuhan pengawai negeri di Depok 13 ribu orang. Masih kurang banyak,” kata Supian kepada Radar Depok.

Meski begitu, saat ini Pemkot Depok memberdayakan ribuan tenaga honorer guna membantu melayani kebutuhan warga. Tetapi, pihaknya masih bingung soal rencana meniadakan tenaga honorer di jajaran perangkat daerah, walaupun akan masuk ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Untuk seleksi PPPK sama seperti seleksi CPNS. Kalau kita adakan kemungkinan tenaga honorer akan ada yang tidak lulus. Karena kami masih butuh mereka untuk berjalannya roda pemerintahan,” beber Supian.

BKPSDM Depok juga masih menunggu peraturan presiden (Perpres) tentang honor atau pembagian gaji PPPK. Namun, pihaknya sudah melakukan seleksi PPPPK pada 2019 lalu, ada 186 orang yang lulus seleksi.

“Tahun lalu kita sudah lakukan perekrutan PPPK. Kurang lebih 186 orang, mereka belum bekerja karena kami masih menunggu Perpres soal gaji. Jadi kita harus hitung dulu gajinya berapa?. Apakah disamakan dengan PNS, kami belum tahu, masih bleng,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk tenaga PPPK juga akan diatur Peraturan Walikota tentang kontrak kerja. Kontrak bakal diperpanjang setiap tahun oleh Pemkot Depok, sebab gaji PPPK menggunakan dana APBD Depok.

“Untuk kerjanya sama seperti PNS, bedanya hanya tidak dapat pensiun. Kalau kinerjanya jelek akan diputus kontraknya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu