Sekretaris YKI Kota Depok, Dwi Riatni
Sekretaris YKI Kota Depok, Dwi Riatni
Sekretaris YKI Kota Depok, Dwi Riatni
Sekretaris YKI Kota Depok, Dwi Riatni

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Depok, mencatat saat ini ada 50 penderita kanker yang terdata di Kota Depok. 20 di antaranya merupakan penderita kanker payudara.

Meski begitu Sekretaris YKI Kota Depok, Dwi Riatni mengaku, jumlah tersebut bukanlah angka pasti. Karena kemungkinan masih ada penderita kanker yang tidak mau mengungkapkan penyakitnya.

“Kanker payudara menempati posisi nomor satu di Depok, disusul kanker serviks, dan prostat. Ada saja orang yang kena kanker tapi gak terbuka,” ungkap Dwi kepada Radar Depok.

Dwi melanjutkan, segala hal yang menyebabkan sel di dalam tubuh berkembang secara tidak normal berpotensi kanker. Salah satunya perubahan genetik atau mutasi DNA dalam sel. DNA merupakan sebuah paket yang terdiri dari gen.

“Tiap gen membawa instruksi, mengatur fungsi sel di dalam tubuh. Kesalahan instruksi dalam gen bisa menyebabkan fungsi sel tidak normal. Sel tumbuh tidak terkontrol, akhirnya bersifat kanker,” tutur Dwi.

Menurutnya, mutasi DNA bisa terjadi karena pengaruh genetik dari orang tua. Kondisi ini bisa dipengaruhi faktor lingkungan. Misalnya, paparan zat kimia dan radiasi secara berlebihan, virus seperti human papilloma virus (HPV), paparan sinar matahri terus menerus, obesitas, hormon, atau peradangan, kebiasaan merokok dan gaya hidup.

Dwi juga menilai, kanker dapat diwariskan di dalam keluarga, meski kemungkinannya kecil. Jika terdapat riwayat kanker dalam keluarga lebih berisiko mengalami kanker. “Faktor keturunan berpengaruh besar menjadi penyebab kanker,” tuturnya.

Sekitar 30-50 persen dari keseluruhan penyakit kanker bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, serta dengan melakukan imunisasi untuk menghindari infeksi yang bisa menyebabkan kanker. Sisanya, bisa disembuhkan apabila dideteksi sejak dini, diobati dengan segera, dan menggunakan metode penanganan yang tepat.

“Lalu mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah, protein, serta lemak sehat, membatasi konsumsi daging olahan, menghindari alkohol dan berhenti merokok, menjaga berat badan agar tetap ideal dengan cara rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari,” tegasnya.

Selain itu, melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan pakaian atau tabir surya, terutama antara pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore. Hindari kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit, baik secara alami di bawah sinar matahari maupun dengan tanning bed.

“Menghindari hal-hal yang bisa meningkatkan risiko kanker, misalnya melakukan seks bebas, berbagi pakai jarum suntik, atau menggunakan narkoba. Melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa memicu terjadinya kanker, misalnya virus hepatitis B dan HPV,” tukasnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Imam Turidi menilai, pelayanan kesehatan bagi penderita kanker di Depok masih belum maksimal.

“Menurut saya masih belum maksimal dalam kelengkapan alat dan tindakan penanganan. Baru sebatas tindakan preventif, meliputi kegiatan penyuluhan dan pelayanan deteksi dini yang didukung dengan kegiatan penelitian. Sedangkan kegiatan kuratif meliputi pelayanan suportif, termasuk pelayanan paliatif bersifat untuk meringankan sakit,” tuturnya.

Dia berharap kedepannya Kota Depok bisa meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi penderita kanker agar bisa mendapatkan pengobatan yang maksimal sehingga bisa sembuh dari sakitnya.

“Tentu sebagai kota yang sangat dekat dengan ibukota mestinya harus lebih siap dalam penangan baik alat maupun tenaga medisnya agar pelayanan dan penangan terhadap penyakit kanker bisa lebih baik,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)