pasir gunung selatan waspadai DBD
KEGIATAN : Fogging dan penyuluhan perorangan di lingkungan Asrama Yonkav 1 RW 11, Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Jumat (31/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
pasir gunung selatan waspadai DBD
KEGIATAN : Fogging dan penyuluhan perorangan di lingkungan Asrama Yonkav 1 RW 11, Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Jumat (31/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), ASN Kelurahan dan Puskesmas UPTD Pasir Gunung Selatan (PGS) mengadakan fogging serta penyuluhan di lingkungan Asrama Yonkav 1 RW11 Kelurahan setempat, Jumat (31/1).

Lurah PGS, Supriyatun mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk pencegahan dan antispasi terhadap wabah DBD yang saat ini sedang marak terjadi.

“Karena, di beberapa wilayah lain sudah banyak yang terkena, untuk itu sebelum ada kejadian di wilayah PGS kita perlu antisipasi,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (31/1).

Selain fogging, kegiatan ini juga dibarengi dengan pemberian abate serta penyuluhan perorangan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas setempat untuk mengedukasi masyarakat sekitar.

“Penyuluhan yang dilakukan berupa pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pencegahan yang harus dilakukan oleh perorangan,” jelasnya.

Ia menghimbau, agar masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat ditimbulkan akibat lingkungan yang tidak sehat.

“Terus kompak dalam menjaga lingkungan, jangan sampai ada air tergenang. Mengingat saat ini memasuki musim hujan dan gorong-gorong pun jangan sampai tersumbat dengan sampah yang dibuang sembarangan,” himbaunya.

Sementara, Kepala Seksi Kemasyarakatan Kelurahan PGS, Winarni mengatakan ini menjadi agenda kolaboratif antara Puskesmas dengan pihak Kelurahan.

“Walaupun saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait DBD, tetapi kita tidak boleh terlena dan harus tetap waspada agar tidak ada yang yang terjangkit penyakit tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai penyakit yang ada, seluruh stakeholder harus saling bersinergi, termasuk dengan para kader Jumantik dan tentunya dari peran masyarakat itu sendiri.

“Dengan adanya kader Jumantik, dapat dengan rutin memonitoring dan membasmi jentik nyamuk di tiap rumah. Serta perlu juga kesadaran masyarakat untuk selalu melakukan gerakan 3M dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)