KPM Terapkan Pembelajaran MNR

In Pendidikan
KPM cabang depok pelatihan
BELAJAR : Kegiatan Belajar Mengajar di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Depok, Ruko Pancoranmas Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : KPM CABANG DEPOK FOR RADAR DEPOK.

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS — Klinik Pendidikan MIPA (KPM) hadir sebagai lembaga yang menyampaikan sistem metode seikhlasnya, dengan menerapkan pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR).

Kepala Divisi Pendidikan KPM Cabang Depok, Ery Krisnaningrum menyebutkan, metode seikhlasnya bukan berarti gratis. Tetapi menyesuaikan dengan kemampuan siswa agar terjadi subsidi silang.

“Di Depok kami membuka enam kelas. Ada kelas reguler, bahasa, pembinaan UN Kelas VI dan IX, PMNR, MNR Plus, serta olahraga,” ungkap Ery kepada Radar Depok, Jumat (28/2).

Saat ini lembaga pendidikan tersebut memiliki 1.400 siswa yang berasal dari tingkat reguler, PMNR, dan MNR Plus tingkat SD sampai SMA. Dari enam kelas tersebut di antaranya, kelas Reguler untuk matematika dan IPA, yang diadakan setiap Selasa sampai Jumat, serta dibagi menjadi tiga sesi, pukul 10:00-11:30, 13:30-15:00, dan 16:00-17:30.

Setiap Selasa sampai sabtu pukul 16:00-17:30 juga terdapat kelas Pembinaan UN bagi kelas VI dan IX. Dan terdapat juga kelas bahasa Inggris, Arab, dan Jepang.

“Lalu setiap Sabtu ada dua sesi untuk kelas PMNR, yakni sesi 13:00-16:00. Lalu kelas MNR Plus setiap selasa dan jumat pukul 16:00-18:00. Dan terakhir kelas olahraga Panahan setiap selasa sampai sabtu, dan Pencak Silat setiap Selasa pukul 16:00-17:00,” ungkapnya.

Manfaat  yang didapat setelah belajar MNR yakni, siswa akan lebih mudah memahami matematika, terlatih penalarannya ketika belajar, mudah memahami pelajaran lain, serta siap menghadapi berbagai kompetisi matematika dan sains.

Pada 8 Maret KPM gelar International Mathematic Competition (IMC), yaitu olimpiade internasional bidang matematika paling bergengsi untuk siswa sekolah dasar (SD) dan siswa sekolah menengah pertama (SMP).

“Olimpiade ini dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama dilaksanakan pada 8 Maret, kemudian tahapan kedua pada 5 April,” tuturnya.

Diketahui, selain di Kota Depok KPM tersebar di 14 kota, di antaranya di Bogor, Bekasi, Jakarta, Serang, Surabaya, Lumajang, Madiun, Bojonegoro, Jombang, Tulungagung, Sidoarjo, Semarang, dan Solo. Sedangkan Kota Bogor mejadi kantor pusat, tepatnya di Laladon, Bogor. (rd)

 

Jurnalis : Tanya Audriatika

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

ilustrasi penyebaran virus korona

Waspada, Virus Korona Bisa Menular Lewat Kentut

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Virus Korona (Covid-19) terbukti bisa menular melalui droplets atau percikan air liur dari

Read More...
PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...

Mobile Sliding Menu