Layad Rawat Sebagai Program Gubernur Jawa Barat “Membelai” Masyarakat Melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)/ Public Safety Center (PSC) 119 Kota Depok

In Ruang Publik

 

Oleh: Dwi Yuliati

Mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat STIKIM

 

RENCANA Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJP-K) adalah rencana pembangunan Nasional di bidang kesehatan, yang merupakan penjabaran dari RPJPN Tahun 2005-2025, dalam bentuk dasar, visi, misi, arah dan kebutuhan sumber daya pembangunan nasional.

Pembangunan Kesehatan merupakan investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dalam tiga dekade terakhir telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna. Derajat kesehatan masyarakat telah menunjukkan perbaikan seperti dapat dilihat dari angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan dan umur harapan hidup.

Indonesia Sehat adalah salah satu program dari agenda kelima Nawacita, yaitu meningkatkan kwalitas hidup manusia Indonesia. Program ini diturunkan dalam Rencana Jangka Menengah program kementerian kesehatan Republik Indonesia dan di tindaklanjuti dalam beberapa kebijakan. Dimana program kesehatan dibagi menjadi tiga pilar yaitu :

  1. Penerapan paradigma sehat
  2. Penguatan Pelayanan Kesehatan
  3. JaminanKesehatan Nasional

Pendekatan paradigma sehat yang diutamakan adalah kegiatan-kegiatan promotif dan preventif, termasuk kegiatan-kegiatan pro aktif untuk masyarakat diluar puskesmas. Untuk mencapai sasaran yang tepat, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keluarga. Dalam penggunaan dana anggaran, digunakan terlebih dahulu untuk kegiatan promotif dan preventif.

Sedangkan 4 (empat) program prioritas dari kegiatan tersebut adalah

  1. menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi ;
  2. perbaikan gizi masyarakat;
  3. penurunan angka stunting;
  4. pencegahan penyakit menular yaitu HIV/AIDS, Tuberculosa, dan Malaria;
  5. pengendalian penyakit tidak menular yaitu hipertensi, diabetes melitus, Obesitas, Gangguan jiwa,kanker.

Pelaksanaan di Provinsi Jawa Barat dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 dengan Visi ”Mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. Untuk mewujudkan Visi tersebut, telah ditetapkan Misi yaitu melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif, dengan sasaran misi yaitu kesehatan juara melalui kegiatan layad rawat .

Program Layad Rawat adalah program kesehatan unggulan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang diluncurkan tahun 2018 di Kota Cirebon. Kegiatan Layad Rawat adalah bagian dari penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga melalui kegiatan kunjungan tenaga kesehatan ke masyarakat yang tidak dapat mengakses  layanan kesehatan di tempat tinggal mereka, meliputi bantuan hidup dasar, perkesmas dan rujukan ke Rumah Sakit untuk meminimalkan angka kecacatan akibat dari penyakit dan meningkatkan status kesehatan.

Kota Depok mendukung program Gubernur provinsi Jawa Barat ini dengan berbagai kebijakan pemberian pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakatnya dengan upaya maksimal diantaranya adalah dengan layanan layad rawat melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)/ Public Safety Center (PSC) 119 selanjutnya disingkat PSC 119 yang bermarkas di komplek walikota Depok dan beranggotakan tenaga kesehatan yang terlatih dalam bidang kesehatan.

Bersama Puskesmas, PSC 119 Kota Depok memberikan layanan kepada masyarakat secara profesional, cepat tanggap dan tepat  dalam penanganan kegawatdaruratan bidang kesehatan yang terintegrasi dan berbasis call center dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119. Dalam prakteknya, Puskesmas dan PSC 119 Kota Depok telah membantu masyarakat Kota Depok saat menghadapi kasus gawat darurat misalnya kejadian kecelakaan lalu lintas atau terjadinya bencana. Layanan yang diberikan oleh PSC 119 Kota Depok berupa perawatan dasar di rumah, evakuasi dari tempat kejadian menuju puskesmas atau rumah sakit serta pendidikan kesehatan kepada masyarakat dengan segera oleh Tim PSC 119 tanpa dipungut biaya apapun. Pendekatan keluarga yang dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan/edukasi  tentang penanganan kegawatdaruratan dasar sampai petugas dari tim PSC 119 Kota Depok datang ke tempat kejadian. Mengingat pentingnya keberadaan PSC 119 sebagai salah satu pendukung program layad rawat, sangat diperlukan dukungan maksimal dari pemerintah Kota Depok dan masyarakat Kota Depok agar terwujud Jawa Barat Sehat Juara. (*)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu