Masih Kurang Satu JPO di Depok

In Metropolis
masih kurang satu JPO di depok
PERLU DITAMBAH : Pejalan kaki melintas di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Margonda Raya, Jumat (28/2). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di tengah kegamangan lalu lintas Kota Depok yang makin semrawut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kembali canangkan tujuh program pembangunan sarana transportasi dan perhubungan dengan 81 kegiatan yang akan diperkuat di 2021.

Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, beberapa program yang dicanangkan tersebut disesuaikan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok.

Di antaranya pemenuhan sarana perhubungan, integrasi pelayanan publik, rekayasa lalu lintas, transportasi umum angkutan permukiman, dan edukasi serta penegakan aturan dalam berlalu lintas.

“Saat ini kami masih kurang satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Maka untuk pemenuhan sarana perhubungan, tahun depan kami akan bangun satu lagi JPO guna menuntaskan target RPJMD. Lokasinya dibangun di depan Stasiun Depok Lama, termasuk pembuatan 15 halte,” ujar Dadang.

Untuk integrasi pelayanan publik, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap angkutan perkotaan (angkot) yang tidak berbadan hukum, serta meningkatkan kualitas angkot agar bisa menjadi moda transportasi nyaman bagi masyarakat.

“Demi kenyamanan penumpang, kami akan menertibkan angkutan yang tidak layak. Misalnya, angkot yang sudah tua, tidak berizin  dan tidak ada KIR-nya,” katanya.

Selain itu, Dishub fokus pada program transportasi umum angkutan permukiman atau Bus Jabodetabek Residence (JR Connexion). Bus JRC ini akan melayani masyarakat dari kawasan permukiman menuju pusat-pusat keramaian.

“Pada tahun ini Bus JRC sedang kami uji coba yakni dari Perumahan Grand Depok City (GDC) ke ITC Cempaka Mas, Jakarta,” kata Dadang.

Sementara itu, warga Kecamatan Cilodong, Rohim merasa terbantu dengan keberadaan bus JRC, karena memudahkan penumpang menuju tempat tujuan.

“Paling yang masih jadi masalah macetnya, kalau naik dari GDC mau ke arah Jakarta, tentu akan lewat jalan Kartini dan jalan Margonda yang sudah terkenal macet,” kata Rohim. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu