Memanfaatkan Digital untuk Promosi Kesehatan

In Ruang Publik

 

Oleh : Santi Yanri

02180100005

Mahasiswa STIKIM Jakarta

 

PROMOSI, yang terbayangkan didalan pikiran kita mengenai promosi adalah jualan atau melakukan promosi produk atau menjual sebuah produk. Tetapi lain halnya dengan promosi kesehatan, dengan berkembangnya teknologi berdampak juga kepada cara kita melakukan promosi kesehatan. WHO mengatakan, promosi kesehatan adalah proses mengupayakan individu dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka mengandalkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan. Menurut Permenkes No. 44 Tahun 2018 tentang Penyeleggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit,Promosi Kesehatan adalah proses untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi dan membantu masyarakat melalui kegiatan untuk mendukung perubahan prilaku dan lingkungan serta menjaga kesehatan menuju derajat kesehatan yang optimal. Promosi kesahatan rumah sakit yang sering di sebut dengan PKRS adalah proses memberdayakan pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung rumah sakit dan masyarakat sekitar rumah sakit untuk berperan aktif dalam proses asuhan untuk mendukung perubahan prilaku dan linkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju pencapaian derajat kesehatan yang optimal (Permenkes RI No 44/2018).

Di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin modern ini, upaya promosi kesehatan pun semakin berinovasi dengan penggunaan strategi digital yang berfokus pada populasi muda yang aktif memanfaatkan gadget. Banyak kemudahan yang didapatkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti melalui telepon genggam (smartphone),  semua cara untuk memenuhi kebutuhan ada di genggaman, sangat banyak fitur yang tersedia di dalam telepon genggam kita, mulai dari kebutuhan transportasi, makanan, jasa belanja, dan begitu pula dengan kesehatan. Promosi kesehatan dapat dilakukan secara digital, yang lambat laun akan meninggalkan cara konvensional. Contoh promosi kesehatan secara konvensional, mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dengan datang ke lokasi, yang diperlukan untuk menarik masyarakat adalah mencetak brosur, membuat spanduk, mengunjungi warga untuk diundang dan datang ke lokasi acara. Contoh promosi kesehatan yang dilakukan secara digital, mengadakan penyuluhan melalui digital, mengundang masyarakat melalui media sosial dengan berbagai tawaran menarik, penyebaran brosur dilakukan juga melalui media sosial, peserta atau masyarakat tidak perlu menghadiri, penyelenggaraan pun tidak perlu mengeluarkan makanan ringan. Kita dapat memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dari masing-masing cara yang digunakan, dan tentunya cara digital merupaka cara yang paling hemat, efektif dan efisien. Dengan berkembangnya teknologi tentunya berdampak juga kepada cara kita melakukan promosi kesehatan. Saat ini beberapa rumah sakit bahkan Puskesmas telah memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan semakin aktif menggunakan media sosial sebagai alat untuk promosi kesehatan.

Dengan terselenggaranya promosi kesehatan di rumah sakit, artinya rumah sakit dapat memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) ataupun standar Internasional (JCI). Intergrasi promosi kesehatan dalam asuhan pasien melalui peningkatan komunikasi dan edukasi yang efektif juga dapat mewujudkan peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Hal ini juga yang sedang diupayakan dari beberapa Rumah Sakit di Jakarta, ada yang mengadakan promosi kesehatan dengan memanfaatkan media sosial, membuat grup WA dengan pembahasan yang tematik atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengupayakan untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Meskipun demikian, promosi kesehatan di era digital menghadapi berbagai tantangan, seperti isu regulasi, sosial, dan etika. Dunia digital yang tanpa batas membuat promotor kesehatan bekerja lebih keras, tidak hanya untuk mengembangkan model terbaik untuk merubah perilaku, namun juga strategi untuk meyakinkan semua kalangan agar promosi kesehatan digital dapat diterima menjadi bagian dari kebiasaan baik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang didukung pula oleh pemerintah

Semoga dengan kecanggihan teknologi ini dapat membantu masyarakat dalam mencegah sakit dan menjaga kesehatan sebagai tindakan preventif, dan kita pun dapat membumikan Permenkes RI No. 44/2018 tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan di RS. (*)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu