Beranda Satelit Depok Mengintip Lingkungan RW05 Kalibaru : Bangun Lapangan Bulutangkis, Lumbug Keceriaan Anak

Mengintip Lingkungan RW05 Kalibaru : Bangun Lapangan Bulutangkis, Lumbug Keceriaan Anak

0
Mengintip Lingkungan RW05 Kalibaru : Bangun Lapangan Bulutangkis, Lumbug Keceriaan Anak
BERMAIN : Sejumlah anak saat sedang bermain bulutangkis di lapangan baru warga RT 06/05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Jumat (28/2). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
lapangan olahraga baru kalibaru
BERMAIN : Sejumlah anak saat sedang bermain bulutangkis di lapangan baru warga RT 06/05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Jumat (28/2). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Warga RT06/05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong memiliki kesibukan baru pasca secara mandiri membangun fasilita olahraga berupa lapangan bulutangkis. Tidak hanya menjadikan tempat untuk silaturahmi, tetap juga mengalihkan perhatian remaja dan anak dari prilaku negatif.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Meski belum rampung dibangun, tapi antusias sejumlah anak terlihat saat melintas di kawasan Jalan Mandor Samin yang menjadi jalan alternatif pengendarar. Olahraga bulutangkis serta sepakbola menjadi pemandangan , Jumat (28/2) pukul 16. 00 WIB.

Sekitar 10 anak sedang asik menikmati permainan bulutangkis di lapangan yang baru di cat warna hijau, Meski belum ada net atau jaring pembatas, tapi keceriaan mereka terpancar di lahan seluas 7 x 5 meter tersebut.

“Rumah saya dekat kok, nggak apa apa nanti kan bisa rapihin lagi,” ungkap salah satu anak, Danil (11) saat ditemui di lapangan bersama teman lainnya.

Tak lama, dua temannya menghampiri untuk turut campur, layaknya anak-anak. Salah satu namanya Erdan (10), Saat ditanya lapangan ini untuk main bola kaki atau bulu tangkis keduanya menjawab berbeda.

“Nanti disini juga bisa buat futssal anak kecil pake gawang kecil. tapi nggak boleh pake bola futsal, harus bola plastik kaya ini, biar nggak kena kaca,” jelasnya dengan lantang, sambil menujukan bola plastik putih karena memudar.

Kedua temannya Erdan, Danil dan satunya lagi, entah siapa namanya, mengatakan berbeda. Mereka justru bilang kalau lapangan tersebut untuk badminton karena mengetahui dari ayahnya.

“Bohong bang, itu buat main bulutangkis, saya dibilangi bapak saya,” sahut Danil yang dibantu temannya.

Padahal jelas lapangan tsrsebut dibuat untuk bermain bulu tangkis. Mungkin bisa menjadi difungsikan lain, yaitu untuk futsal.

Di samping ketiga anak tersebut mempersoalkan akan menjadi lapangan apa, anak lainnya terus menikmati memainkan raket dengan kok.

Baik anak perempuan maupun pria semua bersatu memancarkan keceriaan hidup bagi seluruh pengendara yang melintas saat itu, usai hujan turun. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)