PMI fokus tiga agenda
MUSKERKOT PMI : Seluruh pengurus dan jajaran PMI Kota Depok usai menjalankan kegiatan inti Musyawarah Kerja tingkat Kota, di Markas PMI Depok, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok. Kamis (6/2). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
PMI fokus tiga agenda
MUSKERKOT PMI : Seluruh pengurus dan jajaran PMI Kota Depok usai menjalankan kegiatan inti Musyawarah Kerja tingkat Kota, di Markas PMI Depok, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok. Kamis (6/2). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) 2020 di Markas PMI Kota Depok, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kamis (6/2), lembaga kemanusiaan yang diketuai Dudi Mi’raz fokus pada tiga agenda.

Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mir’az menjelaskan, tiga agenda tersebut, di antaranya pembentukan Satuan Tanggap Bencana (Satgana) di tubuh PMI, Penguatan SOP terkait bantuan, serta pengukuhan Raden Gandara Budiana sebagai Kepala Bidang Relawan, SDM, dan PAW di kepengurusan PMI.

“Satgana dibentuk untuk kelengkapan di PMI, sebab PMI sendiri kan soal kemanusiaan, tangap bencana, serta soal darah,” jelasnya

Dalam pembentukan Satgana, PMI akan melakukan sejumlah pelatihan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak yang khususnya menangani soal tangap bencana.

“Nantinya ini akan bersinergi dengan petugas PMI di kecamatan, sehingga soal tanggap bencana, kami sudah punya bagiannya,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok ini melanjutkan, terkait SOP bantuan, PMI akan membuat penguatan aturan yang jelas dan baku agar setiap bantuan bisa di suplai dengan baik dan tepat sasaran.

Sehingga, ia berharap agar tidak ada lagi warga yang terdampak bencana mengeluh terkait bantuan, lantaran sudah ditetapkan skala prioritas.

“Itu yang akan kami bahas dalam internal terkait apa saja yang harus di benahi dan dikuatkan lagi setiap poin aturannya,” beber Dudi.

Sementara, Kepala Divisi Administrasi dan Pelayanan PMI Kota Depok, Imron Maulana mengatakansatu acara inti dalam Muskerkot adalah pengkuhan Gandara sebagai pengurus PMI, hal ini karena jabatan bidang Relawan, SD,dan PAW kosong karena kepala bidang sebelumnya Sarjono meninggal dunia.

“Iya sekarang sudah diisi sama pak Gandara, ini menambah kekuatan kita di PMI untuk terus meningkatkan pelayanan untuk warga,” imbuhnya saat diwawancara.

Ia mengungkapkan, banyak hal yang akan dibenahi PMI, mulai dari penggunaan ambulance gratis yang sudah berjalan, hingga soal kebutuhan darah masyarakat untuk ditanggung dana APBD.

“Kalau yang ambulance gratis sudah berjalan. Untuk yang darah di tanggung pemerintah masih akan kita bahas diinternal, karena hal itu kita dapat waktu studybanding ke PMI Bekasi, dan mereka sudah menerapkan,” tandas Imron. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)