paguyuban RT RW kelurahan bojongsari
GAGASAN : Paguyuban RT dan RW Kelurahan Bojongsari saat melakukan pertemuan guna melakukan pemabahan lingkungan di wilayah Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
paguyuban RT RW kelurahan bojongsari
GAGASAN : Paguyuban RT dan RW Kelurahan Bojongsari saat melakukan pertemuan guna melakukan pemabahan lingkungan di wilayah Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Masuknya musim hujan yang mengguyur wilayah Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, memberikan dampak terhadap lingkungan, salah satunya banjir. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Paguyuban RT dan RW Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, menggagas pembuatan libang biopori.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Paguyuban RT dan RW Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, merupakan forum pengurus lingkungan bersama LPM dan aparatur lingkungan membahas setiap permasalahan kemasyarakat. Mengantisipasi banjir, Paguyuban RT dan RW sepakat untuk membuat lubang biopori.

Ketua Paguyuban RT dan RW Kelurahan Bojongsari, Daud Sulaiman mengatakan, pembuatan lubang biopori merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya banjir, saat intensitas hujan tinggi. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh pengurus lingkungan untuk membuat lubang biopori.

“Pembuatan lubang biopori sangat tepat karena dapat menjadi tempat penampungan air saat hujan,” ujar Daud.

Daud menjelaskan, lubang biopori yang disosialisakan kepada masyarakat berupa Biopori Paralon (Bipar) dan Biopori Ember (Biber). Kedua jenis Bipori tersebut memiliki fungsi yang sama namun perbedaanya terdapat pada diameter lubang untuk penampungan air.

Tidak hanya itu, lubang bipori dapat difungsikan sebagai tempat penampungan sampah organik termasuk dedaunan kering. Hal itu sejalan dengan program Pemerintah Kota Depok, yakni Zero Waste City. Dengan begitu, pemanfaatkan lubang biopori memiliki multifungsi, selain penampungan air dapat dijadikan tempat pembuangan sampah organik, sekaligus sebagai pupuk organik.

“Apabila hal tersebut dapat berjalan dengan baik akan mengurangi permasalahan di lingkungan masyarakat,” tutup Daud. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)