Pemira Harga Mati

In Politika
Ketua Tim Pemenangan Pilkada Jawa Barat (Jabar), Ahmad Syaikhu.
Ketua Tim Pemenangan Pilkada Jawa Barat (Jabar), Ahmad Syaikhu.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Imam Budi Hartono, T Farida Rachmayanti, dan Hafid Nasir, sepertinya jangan loyo menunjukkan kebolehannya dalam memimpin Kota Depok periode 2021-2026. Tiga bakal calon (Bacalon) Walikota Depok yang masuk Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok, ini ternyata masih jadi titik fokus partai.

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Jawa Barat (Jabar), Ahmad Syaikhu menyebut, sejauh ini Pemira PKS Depok masih berjalan dan belum mengkrucut satu nama. Jadi, nanti usulan dari Depok akan disandingan dari hasil survei internal. “Survei sudah dilakukan hasil ini yang terakhir,” terang Syaikhu hanya kepada Radar Depok, Rabu (26/2).

Anggota DPR RI ini menegaskan, survei sudah dilakukan dua kali, dan terakhir sepertinya awal atau petengah Maret akan keluar. Dia masih menunggu hasil satu nama. Yang jelas masih fokus dahulu pada Pemira PKS yang saat ini berlangsung.

Ketika ditanya peluang petahana Walikota Depok Mohammad Idris dan Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Hardiono, Syaikhu enggan membahasnya. “Kita liat nanti ya, saat ini kami masih menunggu pemira,” tegasnya.

Menimpali hal ini, salah satu Bacalon Walikota Depok dari Pemira PKS Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, sebagai kader partai, dia siap untuk menjalankan perintah, termasuk untuk Pilkada Depok 2020. “Kalau keputusan tentu masih menunggu. Tapi, yang jelas saya berdoa semoga Allah SWT memudahkan,” kata IBH –sapannya-.

Sejauh ini, sambung IBH, yang juga Ketua Komisi 4 DPRD Jawa Barat, masih menjalankan instruksi partai. Seperti melakukan komunikasi dan sosialisasi, guna meningkatkan popularitas serta elektabilitas, baik untuk dirinya maupun PKS.

“Masih sosialisasi, ikut uji publik dengan kandidat yang lain seperti Pak Hafid sebagai Ketua DPD PKS Kota Depok/Anggota DPRD Kota Depok,  dan Ibu Farida atau bu Opi Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Depok dan Anggota DPRD Kota Depok,” terangnya.

Wakil Ketua Karang Taruna (Katar) Jabar ini pun menegaskan, segala keputusan tetap di DPP. Sebagai kader dia akan mengikuti serta menghormati hasil Pemira, berikut dengan keputusan rekomendasi untuk Pilkada Depok 2020. “Keputusan yang dihasilkan tentu ada dasar dan pertimbangan yang matang dari DPP. Saya Sami’na Wa Atho’na, ujarnya.

Sementara itu, T Farida Rachmayanti mengaku, sebagai bacalon akan menjalankan penugasan tersebut, dengan sebaik-baiknya. Memang tanggungjawab yang berat. Bismillah. Dan PKS tidak membedakan pria atau perempuan untuk berkhidmat. Dalam hal ini memikirkan bangsanya, serta berkontribusi menyukseskan pembangunan daerah.

Saat ini, Anggota DPRD Depok ini bersama dua bacalon lain terus menyapa masyarakat, berkomunikasi dengan berbagai komunitas. Sebagai upaya peningkatan popularitas. Selain itu juga secara pribadi untuk mendengar apa harapan mereka untuk Depok 5 tahun mendatang. “Tag Line saya Depok Bahagia Untuk Semua. Ini juga menjadi spirit saya dan tim dalam menjalankan tugas dari Struktur DPW PKS. Apapun keputusannya dari DPP nanti kita akan taat menjalankan,” katanya.

Menurut Farida, jika nanntinya tidak jadi, tetap bahagia.  Karena bersama tim sudah diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam proses persiapan pilkada. “Kami pun akan totalitas mendukung calon yang diputuskan,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden PKS, Sohibul Iman mengungkapkan, perihal calon walikota, partai yang dipimpinnya itu tetap akan mengutamakan tiga bakal calon hasil Pemilihan Internal Raya (Pemira) PKS Depok pada pertengahan tahun lalu.

Ketiga bakal calon ini adalah Imam Budi Hartono, T Farida Rachmayanti, dan Hafid Nasir yang nantinya akan dikerucutkan menjadi satu nama untuk diusung dalam Pilkada 2020 mendatang. “Koalisi yang dicari PKS ya yang sama-sama ingin menyejahterahkan Depok. Tentu khusus dengan kandidat kita ini, kita ingin pemimpin Depok harus jadi panutan,” paparnya.

Dengan tiga nama balon ini pun, Iman menegaskan belum ada perubahan dan sejauh inu masib tetap akan mengusung tiga balon tersebut. Keputusan ini dikatakan Iman lantaran DPP PKS selalu menghargai proses kader yang sudah capek-capek dilakukan Pemira demi menelurkan tiga nama terbesar untuk menjadi pemimpin Depok periode 2021-2026. “DPP mencampakkan karena calon sudah ada, di PKS tidak tradisi seperti itu, kecuali ada dinamika politik,” tuturnya.(rd)

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu