Pentingnya Tenaga Kesehatan Masyarakat di Puskesmas

In Ruang Publik

 

Oleh :  Tardi

STIKIM Jakarta

 

SIAPA Siapa yang tak kenal  Puskesmas? Ya dia adalah salah satu pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang ada diseluruh wilayah di Indonesia baik di daerah yang maju maupundaerah yang terpencil. Puskesmas merupakan bagian dari fasilitas kesehatan. Pengertian fasilitas kesehatan menurut  PP No 47 tahun 2016  adalah suatu alat dan atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan atau masyarakat. Pada Bab II pasal 4 tentang ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangandan atau pelayanan kesehatan masyarakat yang tercantum pada butir 1 point b, di sebutkan bahwa Puskesmas merupakan salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan.

Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tinginya di wilayah kerjanya. Puskesmas merupakan milik pemerintahyang dibentuk berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014. menurut Permenkes ini pada BAB II tentang prinsip penyelenggaraan, tugas, fungsi dan wewenang pada pasal 4 disebutkan bahwa puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat melalui fungsi :

  • Penyelenggaraan Unit kesehatan masyarakat tingkat pertama di wilayah kerjanya
  • Penyelenggaraan unit kesehatan perseorangan tingkat pertama di wilayah kerjanya

Dalam penyelenggaraan fungsi tersebut diatas , puskesmas berwenang untuk :

  • Menyelenggarakan kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu
  • Meyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif
  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsif koordinatif dan kerjasama inter dan antar profesi
  • Melaksanakan rekam medis
  • Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan
  • Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga kesehatan
  • Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
  • Melaksanakan penapisan rujukan sesuai indikasi medis dan system rujukan

System rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertical maupun horisontal

Menurut permenkes No 75 tahun 2014 bab X pasal 16 tentang SDM, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. adapun Jenis tenaga kesehatan yang dimaksud paling sedikit terdiri dari :

  1. Dokter atau dokter layanan primer
  2. Dokter gigi
  3. Perawat
  4. Bidan
  5. Tenaga kesehatan masyarakat
  6. Tenaga kesehatan lingkungan
  7. Ahli teknologi laboratorium medik
  8. Tenaga gizi
  9. Tenaga kefarmasian

Tenaga kesehatan masyarakat( SKM ) merupakan tenaga khusus yang secara fungsi bertanggungjawab terhadap seluruh masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit. Hanya focus utamanya pada upaya kesehatan masyarakat melalui promotif dan preventif, berbeda dengan tenaga medis lainnya. Secara subtansi dan kerja seorang SKM berbeda dengan dokter, dimana tenaga medis tersebut(dokter) yang  bekerja dengan pendekatan kuratif (pengobatan), begitu juga perawat dan bidan lebih cenderung bekerja dengan pendekatan rehabilitative (penyembuhan).Dengan demikian tenaga kesehatan masyarakat  menjadi penyeimbang dalam pelayanan kesehatan masyarakat disebabkan karena peran promotif dan preventif yang merupakan salah satu keahlian tenaga kesehatan masyarakat/ SKM dimana kegiatan riil ini untuk mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan, khususnya yang diakibatkan oleh lingkungan yang kurang sehat ( penyakit berbasis lingkungan ). Kompetensi tenaga kesehatan masyarakat/SKM sangatlah bermanfaat dalam mengatasi permasalahan kesehatan berbasis lingkungan. Misalnya pada kasus DBD, kasus ini sebenarnya dapat dicegah jika para profesi kesehatan masyarakat dan sanitarian bekerja bersama diwilayah kerjanya dengan aktif terjun ke masyarakat secara langsung yaitu dengan pendekatan promotif dan preventif baik melalui peyuluhan maupun aksi-aksi langsung. Saat ini tenaga kesmas masih sangat dibutuhkan perannya, mengingat orang yang sakit berjumlah sekitar 15-20 %, sedang sisanya 85-80% lagi merupakan masyarakat sehat, yang jika tidak dijaga kesehatannya akan sakit juga. Jadi tenaga kesmas harus mampu mengajak masyarakat 85-80% tersebut untuk menjaga kesehatannya, terutama kesehatan Ibu dan Bayi, yang dimulai dengan personal hygiene nya terlebih dahulu, kemudian menyehatkan masyarakat sekitarnya sehingga meminimalisir penularan penyakit dan kejadian penyakit

Peran tenaga kesehatan masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan kesehatan pada System Kesehatan Nasional ( SKN ). Pembangunan kesehatan dengan paradigm sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan, melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif yang membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang handal, terutama yang mempunyai spesialisasi dalam penyuluhan dan pendidikan juga bersifat preventif yang membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang memahami epidemiologi penyakit, cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. Program ini merupakan salah satu lahan bagi tenaga kesmas dalam pembangunan kesehatan. Keterlibatan kesmas dibidang preventif dan pengendalian, memerlukan penguasan teknik-teknik lingkungan dan pemberantasan penyakit. Dengan kompetensi tersebut tenaga kesmas sangat cocok untuk diaplikasikan diwilayah kerja puskesmas yang berguna untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (*)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu