pelatihan perbengkelan jadi promadona
BERLATIH: Peserta pelatihan perbengkelan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok sedang belajar memperbaiki mesin di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
pelatihan perbengkelan jadi promadona
BERLATIH : Peserta pelatihan perbengkelan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok sedang belajar memperbaiki mesin di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus menekan angka pengangguran di Kota Depok, salah satunya melalui berbagai pelatihan. Dan hingga saat ini, pelatihan perbengkelan masih menjadi primadona serta paling diminati masyarakat.

Kabid Pelatihan Produktivitas dan Bina Lembaga Pelatihan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Tri Astuti menyebutkan, kuota pelatihan perbengkelan lebih banyak dari kuota pelatihan lainnya.

“Ini dampak dari meningkatnya jumlah kendaraan, juga berpengaruh terhadap kebutuhan pelayanan. Maka kami siapkan tenaga yang terampil dan terlatih,” ungkap Tri kepada Radar Depok.

Dia mengungkapkan, tahun ini pihaknya membuka kuota untuk pelatihan perbengkelan sebanyak 60 peserta. Sementara pelatihan lainnya yaitu tataboga 50 peserta, tata rias 50 peserta, service AC 20 peserta dan komputer 30 peserta.

“Setiap tahun kuota pelatihan perbengkelan diberikan porsi lebih karena banyak peminatnya,” bebernya.

Selain itu, sambung Tri, saat ini juga terdapat banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Depok yang bergerak di bidang otomotif. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi peluang usaha yang bisa digeluti lulusan SMK ke depan.

“Kami juga telah bekerjasama dengan tiga perusahaan perbengkelan yang siap menampung warga Depok untuk magang, usai mengikuti pelatihan. Adapun tiga perusahaan besar tersebut antara lain, Ahhas, Mr. Montir dan Planet Ban,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)