PKS Depok Tak Ingin Jumawa

In Politika
sohibul iman di PKS depok
KONFERENSI PERS : Presiden PKS, Sohibul Iman didampingi jajaran Pengurus DPD PKS Kota Depok saat menghadiri Pelatihan Perempuan Siaga Dasar (Latansa) DPD PKS Kota Depok di Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu (16/2). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – PKS akan mengambil kandidat Calon Walikota dari kader. Asal, tidak ada dinamika atau tsunami politik. Hal tersebut diungkapkan, Presiden PKS, Sohibul Iman saat menghadiri Pelatihan Perempuan Siaga Dasar (Latansa) DPD PKS Kota Depok di Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu (16/2).

“Di PKS SOP-nya jelas, ada Pemira, saat ini sudah mengerucut, tadinya dari berapa orang kini tinggal tiga, kemudian diserahkan ke DPP. Sekarang dalam proses verifikasi masing-masing calon itu,” kata Sohibul kepada wartawan.

Ditanya mengenai komitmen PKS terhadap nama-nama yang masuk dalam Pemira untuk dimajukan sebagai kandidat Calon Walikota, warga Kelurahan Tugu ini menjelaskan, secara normal PKS akan mengambil dari yang diusulkan DPD. Namun, jika ada situasi tertentu atau dinamika yang membutuhkan sikap luar biasa, tentu pihaknya bisa memunculkan calon lain.

“Dinamika itu, misalnya tiba-tiba dari pihak lawan ada calon kuat yang kami kalkulasi tidak bisa dilawan oleh calon ini, maka kami bisa memunculkan calon baru,” paparnya.

Ia melanjutkan, hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya. Bahkan, Mohammad Idris (Walikota Depok yang diusung PKS di Pilkada 2015) yang saat dipinang PKS menjadi Calon Wakil Walikota berasal dari independen. “Jadi, kami biasa merekrut dari kader sendiri ataupun dari luar, yang utama untuk kepentingan masyarakat Depok,” tegasnya.

Sehingga, sambung Sohibul jika tidak ada dinamika yang mencolok, maka pihaknya akan mengambil dari tiga calon Pemira saat ini, yakni Imam Budi Hartono yang juga Ketua Bidang Humas DPW PKS Jawa Barat/Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Moh. Hafid Nasir Ketua DPD PKS Depok/Anggota DPRD Depok serta T. Farida Rachmayanti Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Depok dan Anggota DPRD Depok.

“Sekarang masih tiga ini. Mungkin saja, Pak Idris masuk dari jalur lain. Bisa juga, Pak Idris jadi wakil, salah satu dari tiga besar Pemira walikotanya. Missal, Pak Hafid calon walikotanya, Pak Idris jadi Calon Wakil Walikotanya, kan bisa,” ucapnya disambut tawa awak media.

Ia menegaskan, keputusan akhir tetap berada di DPP. Saat ini, tugas dari DPD sudah selesai, yakni mengerucutkan menjadi tiga nama calon. Sebab, syarat dari DPP sendiri adalah lebih dari satu calon. “Sekarang DPP sedang mengolah,” tegasnya.

Ditanya terkait peta politik yang sedang berkembang di Kota Depok, khususnya koalisi yang telah terbentuk, Sohibul menanggapi hal tersebut merupakan hal yang biasa dalam politik. Karenanya, PKS pun harus membangun koalisi dengan yang lain.

“Harus berkomunikasi, kan salah satu dari proses ini, DPP memerintahkan DPD dan termasuk calon-calon yang dimajukan PKS ini harus membangun komunikasi, termasuk Pak Idris. Minat di PKS, harus bisa membangun koalisi dengan partai lain, jangan hanya mengandalkan kursi PKS,” terangnya.

Sohibul kembali menegaskan, pada Pilkada 2020, PKS tidak ingin sendiri dan jumawa dengan memiliki tiket untuk mencalonkan pasangan sendirian. Sebab, dalam politik, bukan hanya masalah angka, juga ada konselasi. “Saya optimis untuk periode selanjutnya, kasihan kader, kalau sayanya tidak optimis, kadernya sudah optimis,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam politik, pihaknya meminta calon untuk membangun jaringan, walaupun nantinya yang dipilih satu nama. Kendati demikian, yang sudah membangun jaringan diminta untuk mengarahkan ke siapa yang dipilih. “Jadi PKS bisa besar, mereka tetap akan berkontribusi, meski bukan menjadi calon,” tandasnya.

Selain itu, koalisi yang ingin dibangun PKS adalah yang sama-sama dapat menyejahterakan warga. Dan, khususnya, dengan kandidat, pihaknya ingin pemimpin yang dapat menjadi panutan, bukan yang tidak baik.

“Kami tetap ingin yang menjadi panutan,” tuntasnya.

Sementara, salah satu Balon Walikota, Moh. Hafid Nasir menambahkan, secara fatsun di mana-mana mengenai hasil survey. Namun, ketiga Balon harus mendongkrak elektabilitas dan popularitas. “Semoga kami bisa melebihi petahana,” imbuhnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu