Polisi Dor Polisi Dipenjara 13 Tahun

In Utama
polisi dor polisi divonis
BANDING : Rangga Tianto polisi yang menambak polisi di Polsek Cimanggis mengatakan akan menempuh upaya banding. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus polisi dor polisi sampai titik akhir. Selasa (26/2), Brigadir Rangga Tianto, polisi terdakwa yang menembah rekan sesama institusinya Bripka Rahmat Efendy di Polsek Cimanggis, 26 Juli 2019 lalu. Divonis kurungan penjara selama 13 tahun.

Majelis hakim yang dipimpin Yuanne Marietta dengan Anggota Ramon Wahyudi dan Darmo Wibowo memutuskan, Rangga Tianto polisi terbukti bersalah. Dan menjatuhi hukuman 13 tahun penjara sesuai dengan tuntutan JPU.

Sidang digelar di ruang sidang utama PN Depok, dengan nomor Perkara 59/Pid.B/2020/PN Depok. Sebelumnya terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan. Menuntut terdakwa selama 13 Tahun penjara. Terdakwa Terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.

Dalam Nota Pembelaan melalui Kuasa Hukumnya menyatakan, terdakwa memohon kepada Majelis Hakim agar membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan Tuntutan Jaksa Penuntutan Umum. Mengembalikan hak-hak dan martabat terdakwa.

Atas Pledoi itu JPU mengajukan Replik agar terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah. Dalam pembacaan amar putusan, Hakim Ketua Yuanne Marietta menegaskan, satu pucuk senpi jenis HS 9, 6 butir peluru, satu buah magasin, satu Hp merek siomi, dua buah proyektil yang diambil dari tubuh korban. Barang bukti tersebut adalah sah dalam perkara ini.

Dalam visum evetpertum terdapat luka pada leher, perut, dada yang robek di bagian paru. Akibat luka tembak yang menyebabkan pendarahan, luka pada tungkai, perut dan bokong akibat benda tumpul. Akibat perbuatan terdakwa, korban Bripka Rahmat Effendi meninggal dunia di tempat.

Menimbang, terdakwa dihadirkan JPU di persidangan dengan Dakwaan subsidaritas. Primer, perbuatan terdakwa melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHPidana. Susidair, Pasal 338 KUHPidana.

Majelis Hakim berpendapat, berkeyakinan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan, bahwa terdakwa secara spontinitas dengan emosi yang tinggi. Maka unsur dakwaan primer, tidak terbukti.

Oleh karena dakwaan primer Pasal 340 KuHP tidak terbukti, maka Majelis Hakim membuktikan dakwaan subsidair JPU, yakni melanggar Pasal 338 KUHPidana.

“Berdasarkan pertimbangan di atas, unsur dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, unsur tersebut tidak terbukti. Sebab, orang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain berarti menghendaki menghilangkan nyawa orang lain,” kata Yuanne Marietta.

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan serta atas penuntutan pidana yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Majelis Hakim berpendapat mengingat pasal 338 KUHPidana, mengadili menyatakan membebaskan terdakwa dari dakwaan primer.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dalam Dakwaan subsidair JPU. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 13 tahun. Terdakwa agar tetap ditahan,” tegas Yuanne.

Atas vonis tersebut, Rangga Tianto mengaku, akan melakukan banding setelah di vonis bersalah. “Saya akan lakukan upaya hukum banding,” singkat Rangga. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu