Pradi Blak-blakan Alasan Pisah dengan PKS 

In Politika
partai punya kebijakan sendiri
BERSAHAJA : Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (kiri) mendampingi Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat perayaan HUT ke-12 Partai Gerinrda, beberapa waktu lalu. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pilkada Depok 2020 rawan kejutan. Meski pencoblosan baru dilaksanakan September nanti, namun sejumlah ‘aksi akrobatik’ sudah terjadi.

Yang paling kentara, putusnya hubungan PKS dan Partai Gerindra. Padahal di 2015, kedua partai ini kompak berkoalisi. Mengusung Mohammad Idris dan Pradi Supriatna.

Saat ini, Partai Gerindra justru sangat mesra dengan PDI Perjuangan (PDIP), lawan utama mereka saat Pilkada Depok 2015. Bahkan keduanya sudah membuat MoU untuk mengusung Pradi Supriatna sebagai bakal calon walikota.

Sementara PKS, masih sibuk dengan calon yang mereka usung lewat seleksi Pemira. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna memberi alasan ihwal berpisangnya jalur politik partainya dengan PKS.

Meski begitu, ia tidak menganggap partai berlambang bulan sabit kembar ini sebagai rival. “Mohon maaf kalau sampai saya bicara ke ranah sahabat (PKS). Saya lihat mereka juga sedang (melakukan) beauty contest dengan konvensi calon-calonnya,” ungkap Pradi kepada Radar Depok, Rabu (12/2).

Wakil Walikota Depok ini menuturkan, setiap partai tentu memiliki aturannya masing-masing.

“Kami tidak bisa artinya memutuskan dengan internal mereka. Mereka ini (PKS) kan sedang uji calon juga ke publik,” beber dia.

Di lain pihak, dirinya juga tegah dituntut oleh pusat (DPP partai) terkait perkembangan yang ada, dengan target-target yang memang disiapkan pusat dari tingkat kota, dan provinsi. “Tentunya kami di internal juga sedang mempersiapkan diri,” terangnya.

Pradi mengungkapkan, Gerindra dan PDIP di Kota Depok telah memiliki hubungan yang cukup harmonis. Dan untuk urusan koalisi, kata Pradi, pihaknya masih membuka diri dengan partai lain.

“Proses sudah selesai di tingkat kota. Ini kan dalam rangka kami membangun chemistry. Sampai hari ini (koalisi) baru PDIP, harapan kami dengan yang lain juga,” ujarnya.

Sebagai salah satu kandidat petahana, Pradi tak menampik jika dirinya berharap berada diposisi bakal calon walikota. “Namanya partai pasti di depan bicara optimis, enggak ada yang bicara siap hanya wakil, enggak ada. Tapi ending kan tetap dibelakang. Sekarang pasti bicaranya begitu, mau Gerindra, mau PDI yang lain sama saja. Lihat saja di spanduk enggak ada calon wakil, pasti calon wali kota.”

Sementara ini, dirinya mengaku masih belum menentukan kriteria buat calon wakilnya. Kriterianya masih umum, belum secara spesifik menentukan syarat latar belakang calon wakilnya.

“Yang pertama bisa komunikasi, saling mengisi. Saling melengkapi saja seperti suami-istri. Punya kompetensi. Artinya dari sisi pendidikan, pengalaman, dan yang pasti punya elektabilitas juga,” ujar Pradi.

Dia menerangkan, sama halnya dengan penentuan walikota, posisi calon wakil walikota sudah ditentukan oleh pusat. “Silakan teman-teman dengan kemampuannya, melakukan sosialisasi dan sebagainya, tapi kan semuanya masih belum ada kepastian,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

damanhuri untuk pradi

Kyai Damanhuri : Pradi-Afifah Kombinasi Pas 

SANTRI : KH Ahmad Damanhuri (kiri) saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional, di Saung Yusra

Read More...
saksi PT RMA

Saksi PT RMA Patahkan Pernyataan Noorlilah

SIDANG LAPANGAN : Majelis hakim sedang melaksanakan proses sidang lapangan di lahan perumahan Vila Rizki

Read More...
ridwan kamil di puskesmas tapos

Depok Kekurangan Vaksinator Korona

PANTAU SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi tenaga kesehatan saat simulasi pemberian vaksin

Read More...

Mobile Sliding Menu